Guinness World Records, Buku Rekor yang Lahir dari Sebuah Perdebatan

  • 30 Jun 2026 23:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Guinness World Records yang kini dikenal sebagai buku pencatat berbagai rekor dunia ternyata lahir dari sebuah perdebatan sederhana di sebuah pub di Inggris. Menurut artikel History Facts yang ditulis oleh Bennett Kleinman dan dipublikasikan pada 30 Juni 2025, ide pembuatan buku rekor tersebut muncul pada tahun 1951 ketika Hugh Beaver, direktur pelaksana Guinness Brewery, mengikuti sebuah kegiatan berburu burung.

Saat itu, Beaver dan para tamu lainnya terlibat perdebatan mengenai burung buruan tercepat. Mereka mencoba mencari jawabannya melalui berbagai buku referensi yang tersedia, tetapi tidak menemukan informasi yang pasti. Dari pengalaman itulah Beaver menyadari bahwa belum ada satu buku yang secara khusus menghimpun fakta-fakta rekor untuk menjawab perdebatan semacam itu.

Untuk mewujudkan idenya, pada 1954 Beaver mendirikan perusahaan bernama Guinness Superlatives. Ia kemudian merekrut saudara kembar Norris McWhirter dan Ross McWhirter, putra seorang editor surat kabar, sebagai peneliti utama.

Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada 30 November 1954. Kedua bersaudara itu bekerja tanpa mengenal lelah, menelusuri ribuan data dan fakta dari berbagai sumber. Selama lebih dari tiga bulan, mereka bahkan dikabarkan menjalani minggu kerja hingga 90 jam demi menyelesaikan naskah buku tersebut.

Hasil kerja keras itu akhirnya melahirkan edisi pertama Guinness Book of Records, yang kini dikenal sebagai Guinness World Records. Buku tersebut resmi diterbitkan pada 27 Agustus 1955.

Menariknya, pada awalnya buku ini sama sekali tidak ditujukan untuk dijual kepada masyarakat. Hugh Beaver hanya ingin menjadikannya sebagai media promosi bagi Guinness Brewery.

Sebanyak 1.000 eksemplar dicetak dan dibagikan secara gratis ke berbagai pub di Inggris. Buku-buku tersebut bahkan dilapisi laminasi agar lebih tahan terhadap tumpahan bir yang mungkin terjadi ketika digunakan sebagai bahan diskusi para pengunjung.

Di luar dugaan, respons masyarakat terhadap buku tersebut sangat luar biasa. Banyak orang tertarik memiliki buku yang berisi kumpulan fakta dan rekor unik dari berbagai bidang.

Melihat antusiasme tersebut, Beaver memutuskan untuk mulai menjual buku itu secara komersial. Sebanyak 50.000 eksemplar tambahan pun dicetak untuk memenuhi permintaan pasar.

Keputusan itu terbukti tepat. Menjelang Natal 1955, Guinness Book of Records berhasil masuk dalam daftar buku terlaris di Britania Raya.

Kesuksesan di Inggris mendorong perusahaan menerbitkan edisi Amerika Serikat pada September 1956. Popularitasnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam waktu kurang dari satu dekade, tepatnya pada 1964, penjualan Guinness Book of Records telah melampaui satu juta eksemplar di seluruh dunia.

Sejak saat itu, Guinness World Records berkembang menjadi salah satu buku referensi paling terkenal di dunia. Isinya tidak hanya mencatat pencapaian luar biasa manusia, tetapi juga rekor-rekor unik di bidang alam, teknologi, olahraga, hiburan, hingga berbagai prestasi yang terus diperbarui setiap tahunnya.

Berawal dari sebuah perdebatan kecil tentang burung tercepat di sebuah pub, ide sederhana Hugh Beaver akhirnya melahirkan sebuah buku yang kini menjadi acuan resmi bagi jutaan orang di seluruh dunia untuk mencatat dan mengakui berbagai rekor yang luar biasa.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....