Gotthard Base Tunnel, Jalur Kereta Api Swiss yang Vital bagi Eropa

  • 30 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Terowongan Dasar Gotthard (Gotthard Base Tunnel) di Swiss bukan sekadar terowongan kereta api biasa. Dengan panjang mencapai 57,1 kilometer, infrastruktur ini menyandang predikat sebagai terowongan kereta api terpanjang sekaligus terdalam di dunia. Keberadaannya menjadi salah satu jalur transportasi paling penting di Eropa karena menghubungkan kawasan utara dan selatan benua tersebut melalui Pegunungan Alpen.

Dalam laporan Thomas Stephens yang diterbitkan Swissinfo pada 23 Agustus 2023, disebutkan bahwa terowongan ini mulai beroperasi pada 2016 setelah melalui proses pembangunan selama 17 tahun. Gotthard Base Tunnel terdiri atas dua terowongan jalur tunggal yang menghubungkan Erstfeld di Kanton Uri dengan Bodio di Kanton Ticino. Jalur ini melayani kereta penumpang maupun kereta barang berkecepatan tinggi.

Meski memiliki nama yang mirip, Gotthard Base Tunnel berbeda dengan Terowongan Gotthard yang dibuka pada 1882 dengan panjang sekitar 15 kilometer maupun Terowongan Jalan Gotthard sepanjang 16,9 kilometer yang mulai beroperasi pada 1980 dan kerap dikenal karena kemacetan panjang saat musim liburan.

Nama Gotthard Base Tunnel kembali menjadi sorotan dunia setelah terjadi kecelakaan pada 10 Agustus 2023, ketika sebuah kereta barang keluar dari rel di dalam terowongan. Insiden tersebut memaksa kedua jalur terowongan ditutup sementara.

Menurut penjelasan Stephens, kecelakaan diduga dipicu oleh roda kereta yang pecah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya tergolong sangat besar. Sebanyak 16 gerbong keluar dari rel dan sebagian besar masih terjebak di dalam terowongan selama proses evakuasi berlangsung.

Kereta tersebut juga mengangkut muatan anggur dalam jumlah besar. Tumpahan minuman itu sempat membanjiri sebagian rel, namun Swiss Federal Railways (SBB) memastikan tidak ada risiko anggur tersebut mencemari sumber air di Swiss.

Kerusakan yang terjadi ternyata jauh lebih parah dari perkiraan awal. Sekitar delapan kilometer rel serta 20.000 bantalan beton harus diganti. Akibatnya, pekerjaan perbaikan diperkirakan berlangsung hingga akhir 2023.

Meski demikian, jalur timur yang tidak terdampak kecelakaan mulai dibuka kembali secara terbatas untuk melayani sekitar 100 kereta barang setiap hari. Sementara itu, kereta penumpang dialihkan melalui jalur pegunungan yang lebih lambat sehingga waktu perjalanan menjadi lebih panjang.

Untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, sebagian perjalanan kereta barang dialihkan ke jalur Lötschberg-Simplon. Namun kapasitas jalur alternatif tersebut tidak mampu sepenuhnya menggantikan peran Gotthard Base Tunnel.

Menteri Transportasi Swiss saat itu, Albert Rösti, menilai insiden tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem transportasi apabila bergantung pada satu jalur utama. Karena itu, keberadaan rute alternatif melalui Lötschberg maupun jalur pegunungan Gotthard dinilai sangat penting sebagai cadangan ketika terjadi gangguan.

Alasan mengapa kecelakaan ini menjadi perhatian internasional bukan semata karena panjang terowongannya, melainkan karena perannya sebagai salah satu jalur logistik paling sibuk di Eropa.

Stephens mengungkapkan lebih dari dua pertiga angkutan barang kereta api yang melintasi Pegunungan Alpen melewati Gotthard Base Tunnel. Jalur ini menjadi penghubung utama arus perdagangan antara Jerman di utara dan Italia di selatan.

Terowongan tersebut merupakan bagian terpenting dari proyek New Rail Link through the Alps (NRLA), proyek infrastruktur terbesar yang pernah dibangun Swiss. Selain Gotthard Base Tunnel, proyek ini juga mencakup Lötschberg Base Tunnel sepanjang 34,6 kilometer dan Ceneri Base Tunnel sepanjang 15,4 kilometer.

Sejak pembukaan Terowongan Ceneri pada 2020, jaringan tersebut membentuk koridor rel sepanjang sekitar 2.500 kilometer yang menghubungkan Rotterdam di Belanda hingga Genoa di Italia. Koridor ini melewati berbagai pusat ekonomi penting Eropa seperti Amsterdam, Antwerp, Duisburg, Cologne, Frankfurt, Mannheim, Basel, Zurich, Milan, hingga Genoa.

Pemerintah Swiss menginvestasikan sekitar 22,8 miliar franc Swiss atau sekitar 25,9 miliar dolar AS untuk membangun jaringan NRLA. Meski Swiss bukan anggota Uni Eropa, investasi tersebut dianggap sebagai kontribusi besar negara itu dalam mendukung sistem transportasi dan perdagangan lintas negara di Eropa.

Dengan kapasitas melayani hingga 260 kereta barang dan 65 kereta penumpang setiap hari dengan kecepatan mencapai 250 kilometer per jam, Gotthard Base Tunnel menjadi bukti bagaimana infrastruktur modern mampu mempercepat mobilitas sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antarnegeri.

Tak heran jika setiap gangguan yang terjadi di terowongan ini bukan hanya menjadi persoalan nasional Swiss, tetapi juga dapat memengaruhi rantai distribusi barang dan aktivitas ekonomi di berbagai negara Eropa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....