John Williams, Maestro di Balik Lagu-lagu Film Ikonik

  • 30 Jun 2026 21:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Film-film terkenal seperti Star Wars, Jurassic Park, atau Indiana Jones memiliki masing-masing theme song atau lagu tema yang ikonik . Menariknya, sederet melodi ikonik tersebut lahir dari tangan satu orang yang sama, yakni John Williams, komponis yang selama lebih dari lima dekade menjadi sosok paling berpengaruh dalam dunia musik film.

Dalam ulasan Tim Bradley yang terbit pada 22 Agustus 2025 di media Far Out Magazine, menyebut John Williams sebagai sosok yang nyaris mendominasi musik film blockbuster modern. Karyanya bersama sejumlah sutradara ternama menempatkannya di level yang sulit disaingi, bahkan oleh komposer kontemporer seperti Hans Zimmer.

Perjalanan Williams menuju puncak industri dimulai dari pendidikan musik klasik yang ia tekuni sejak muda. Sebelum dikenal sebagai komposer, ia pernah menjadi musisi di band Angkatan Udara Amerika Serikat dan kemudian bekerja sebagai musisi sesi untuk berbagai produksi film terkenal, termasuk Breakfast at Tiffany's dan To Kill a Mockingbird. Namun seiring waktu, Williams menyadari bahwa ia lebih menikmati menciptakan musik daripada sekadar memainkannya.

Kariernya sebagai komposer mulai mendapat perhatian ketika memperoleh nominasi Academy Awards pertamanya melalui film Valley of the Dolls pada 1967. Kesuksesan tersebut membuka jalan baginya untuk menggarap film-film beranggaran besar seperti The Poseidon Adventure dan The Towering Inferno, yang semakin memperkuat reputasinya di Hollywood.

Titik balik terbesar datang saat ia mulai bekerja sama dengan sutradara Steven Spielberg. Kolaborasi pertama mereka terjadi melalui film The Sugarland Express pada 1974, tetapi setahun kemudian keduanya menghasilkan salah satu musik film paling terkenal sepanjang sejarah lewat Jaws.

Film tersebut tidak hanya mengubah wajah perfilman horor modern, tetapi juga meninggalkan jejak kuat melalui dua nada sederhana yakni E dan F, yang dimainkan dengan cello. Hanya dengan dua nada itu, Williams berhasil membangun rasa tegang yang hingga kini masih identik dengan ancaman hiu di lautan. Musik untuk Jaws pun mengantarkannya meraih Oscar keduanya.

Kolaborasi Williams dan Spielberg terus berlanjut dalam Close Encounters of the Third Kind (1977). Kali ini, Williams menciptakan rangkaian lima nada yang menjadi "bahasa" komunikasi antara manusia dan makhluk luar angkasa di dalam film. Pendekatan musikal tersebut dianggap sebagai salah satu contoh paling kreatif dalam sejarah musik sinema.

Masih pada tahun yang sama, atas rekomendasi Spielberg, Williams diperkenalkan kepada George Lucas untuk menggarap sebuah film fiksi ilmiah yang saat itu banyak diprediksi gagal, yakni Star Wars. Prediksi tersebut terbukti keliru. Film itu justru menjadi fenomena budaya pop dunia, sementara musik ciptaan Williams berkembang menjadi salah satu skor film paling terkenal sepanjang masa.

Menurut Tim Bradley, komposisi Star Wars banyak terinspirasi dari karya orkestra The Planets ciptaan Gustav Holst. Musik tersebut menghadirkan nuansa megah, dramatis, sekaligus emosional yang menjadi identitas kuat waralaba tersebut hingga sekarang. Berkat karyanya itu, Williams kembali membawa pulang penghargaan Oscar untuk kategori Best Original Score.

Dalam wawancaranya dengan The New Yorker yang dikutip oleh Far Out Magazine, Williams mengaku bahwa fanfare pembuka Star Wars justru merupakan bagian terakhir yang ia tulis. Ia bahkan sempat merasa komposisinya sedikit berlebihan. Williams juga mengenang proses rekaman yang menantang, terutama ketika pemain trompet utama London Symphony Orchestra, Maurice Murphy, berhasil memainkan nada tinggi yang sangat sulit pada hari pertamanya bergabung dengan orkestra tersebut. Momen itu disambut sorak gembira seluruh tim rekaman dan menjadi kenangan yang selalu diingat Williams.

Kesuksesan Williams tidak berhenti di sana. Bersama Spielberg, ia kembali meraih Academy Award melalui musik film Schindler's List, yang menjadi kemenangan Oscar kelimanya. Hingga kini, Williams telah mengoleksi sekitar 54 nominasi Oscar, menjadikannya orang yang masih hidup dengan nominasi Academy Awards terbanyak, serta hanya berada di bawah Walt Disney dalam sejarah penghargaan tersebut.

Generasi yang lebih muda mungkin mengenal Williams melalui Harry Potter. Ia menciptakan musik untuk tiga film pertama, termasuk komposisi legendaris Hedwig's Theme yang hingga kini langsung mengingatkan siapa pun pada dunia sihir Hogwarts hanya dalam beberapa nada pertama.

Meski kini telah berusia 93 tahun, John Williams memang mulai mengurangi aktivitasnya. Namun pengaruhnya terhadap dunia perfilman tetap terasa. Pada 2025, musik ciptaannya kembali hadir melalui film-film terbaru dari waralaba Superman dan Jurassic Park, membuktikan bahwa karya-karyanya masih relevan lintas generasi.

Lebih dari sekadar menciptakan lagu latar, John Williams berhasil menghadirkan identitas bagi setiap film yang ia garap. Banyak orang mungkin lupa dialog sebuah film, tetapi hanya dengan mendengar beberapa nada pertama dari karya-karyanya, mereka langsung tahu kisah apa yang akan dimulai. Itulah alasan mengapa John Williams hingga kini tetap dianggap sebagai salah satu komposer film terbesar sepanjang sejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....