Penentuan Audio Ikonik di Opening Netflix
- 30 Jun 2026 21:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Bagi para pengguna Netflix, suara singkat "ta-dum" yang terdengar setiap kali membuka tayangan tentu sudah sangat akrab di telinga. Meski hanya berdurasi sekitar tiga detik, suara tersebut telah menjadi salah satu identitas audio paling ikonik di dunia hiburan digital. Namun, di balik kesederhanaannya, proses penciptaan logo suara ini ternyata memakan waktu hingga satu tahun.
Dilansir dari tulisan Proma Khosla yang dimuat mashable.com pada 5 Agustus 2020, kisah di balik lahirnya suara "ta-dum" diungkap dalam podcast Twenty Thousand Hertz yang dipandu Dallas Taylor. Dalam episode khusus yang membahas identitas suara Netflix, terungkap bahwa di lingkungan internal perusahaan, suara tersebut memang secara resmi disebut "ta-dum".
Tokoh utama di balik proyek ini adalah Todd Yellin, Vice President of Product Netflix. Sebelum bergabung dengan perusahaan, Yellin merupakan seorang pembuat film yang memiliki ketertarikan besar terhadap desain suara. Ia memimpin pengembangan identitas audio yang diharapkan mampu langsung mengingatkan orang pada pengalaman menonton Netflix.
Tantangan terbesar dalam proses pembuatannya adalah durasi. Yellin menginginkan suara yang sangat singkat, tetapi tetap mampu menyampaikan kesan mendalam. Ia juga tidak ingin hasil akhirnya terdengar seperti suara yang biasa ditemukan pada perangkat lunak atau permainan video. Baginya, Netflix harus lebih identik dengan dunia hiburan daripada teknologi.
Selain mudah dikenali, Yellin berharap suara tersebut mampu "bercerita" hanya dalam waktu kurang dari tiga detik. Untuk mewujudkan visi itu, ia menggandeng Lon Bender, perancang suara peraih Academy Award, yang diberi sejumlah kata kunci sebagai panduan, seperti ketegangan, pelepasan emosi, keunikan, dan berbagai nuansa lain yang ingin ditampilkan melalui logo audio tersebut.
Bender kemudian menciptakan sekitar 20 hingga 30 konsep suara dengan karakter yang berbeda-beda. Salah satu versi awal yang sempat menjadi kandidat terkuat ternyata hampir sama dengan "ta-dum" yang digunakan saat ini. Bedanya, versi tersebut masih dilengkapi suara kambing.
Todd Yellin juga sempat menyukai konsep lain yang menghasilkan efek suara menyerupai gelembung ombak di lautan. Namun, menurutnya, yang paling penting bukanlah bentuk suaranya, melainkan bagaimana perasaan yang muncul ketika orang mendengarnya.
Dalam uji coba terhadap kelompok pendengar, versi awal "ta-dum" berhasil memunculkan berbagai kesan seperti dramatis, menarik, permulaan sebuah cerita, hingga film, meskipun para responden tidak diberi tahu tujuan sebenarnya dari suara tersebut. Hasil inilah yang semakin meyakinkan tim bahwa mereka berada di jalur yang tepat.
Menariknya, keputusan akhir justru datang dari orang yang tidak terlibat langsung dalam proyek tersebut, yaitu putri Todd Yellin yang saat itu masih berusia 10 tahun. Ketika Yellin kesulitan memilih satu di antara lima kandidat terbaik, sang putri membantu menentukan pilihan yang akhirnya menjadi identitas suara Netflix hingga sekarang.
Setelah desain utama dipilih, proses penyempurnaan masih dilakukan. Tim menambahkan efek suara penutup berupa "blossom", yaitu efek mengembang halus yang terdengar tepat sebelum suara menghilang. Efek tersebut dimainkan menggunakan gitar oleh Charlie Campagna dari Formosa Group dan menjadi sentuhan akhir yang membuat logo audio Netflix terasa lebih emosional dan berkesan.
Secara keseluruhan, proses penciptaan suara "ta-dum" memakan waktu sekitar satu tahun. Hasilnya adalah logo audio yang kini dikenal miliaran penonton di seluruh dunia dan menjadi salah satu contoh paling sukses dalam membangun identitas sebuah merek melalui suara.
Todd Yellin mengaku bersyukur karena tim akhirnya tidak memilih versi yang menggunakan suara kambing. Keputusan sederhana itu ternyata menjadi bagian penting dari lahirnya salah satu suara paling terkenal dalam industri hiburan digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....