Hoki Es NHL, Perkelahian Jadi Bagian Pertandingan Olahraga
- 30 Jun 2026 10:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Dalam banyak cabang olahraga, perkelahian di lapangan hampir pasti berujung hukuman berat atau diskualifikasi. Namun, di dunia hoki es profesional, terutama di National Hockey League (NHL), perkelahian justru masih menjadi bagian yang diatur dalam peraturan resmi pertandingan.
Contoh kasus dari perkelahian di hoki es terjadi saat Tim Amerika Serikat mengalahkan Kanada dengan skor 3-1 pada ajang 4 Nations Face-Off 2025 lalu, yang memastikan langkah AS ke partai final. Menurut laporan Hayden Sherry yang diterbitkan abc27.com pada 16 Februari 2025, hoki es kerap timbulkan pertanyaan banyak orang bertanya-tanya mengapa hoki menjadi satu-satunya olahraga beregu besar yang masih mengizinkan kontak fisik berupa perkelahian.
Mengutip Encyclopedia Britannica, tradisi bertarung di atas es telah menjadi bagian dari NHL sejak liga tersebut didirikan pada tahun 1917. Pada 1922, NHL resmi menetapkan Rule 56: Fisticuffs, yang mengatur bahwa setiap pemain yang terlibat perkelahian akan dikenai hukuman major penalty. Pemain yang dianggap memulai pertikaian juga dapat menerima hukuman tambahan berupa minor penalty, hukuman bertarung, serta misconduct penalty selama 10 menit. Britannica mendefinisikan perkelahian sebagai situasi ketika seorang pemain berulang kali memukul atau mencoba memukul lawannya, atau ketika dua pemain bergumul hingga menyulitkan petugas garis (linesperson) untuk memisahkan mereka.
Meski diizinkan, setiap insiden tetap dinilai oleh wasit. Besarnya hukuman bergantung pada tingkat keterlibatan masing-masing pemain. Selain menjalani waktu di penalty box, pemain juga dapat dikenai denda atau bahkan skorsing apabila pelanggaran dianggap serius.
Dalam artikel "The Pros and Cons of Fighting in the NHL" yang dimuat ESPN, mantan pembawa acara SportsCenter, John Buccigross, menjelaskan bahwa larangan total terhadap perkelahian justru berpotensi memicu bentuk permainan yang lebih berbahaya. Menurut Buccigross, tanpa adanya risiko pembalasan secara langsung, pemain bisa lebih sering melakukan pelanggaran seperti body checking ilegal, pukulan menggunakan tongkat hoki, atau kontak keras dari arah yang tidak terduga. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko cedera yang lebih serius.
Ia berpendapat bahwa perkelahian dalam batas tertentu menciptakan rasa tanggung jawab antar pemain, melindungi rekan satu tim, sekaligus mencegah tindakan berbahaya lainnya selama pertandingan. Selain alasan keselamatan, faktor hiburan juga menjadi pertimbangan. Buccigross menyebut bahwa perkelahian mampu mengubah jalannya pertandingan sekaligus menciptakan momen yang terus dibicarakan para penggemar selama berhari-hari.
| Baca juga: Lirik Lagu Nona Kalender - Juan Reza |
Pendapat serupa disampaikan mantan penyerang Toronto Maple Leafs, Rich Clune, kepada CBC Sports. Menurutnya, NHL menyadari bahwa menghilangkan perkelahian sepenuhnya dapat mengubah karakter hoki menjadi olahraga yang kurang menarik, terutama di Amerika Serikat yang masih terus mengembangkan basis penggemarnya.
Di luar aturan resmi liga, pemain hoki juga mengenal apa yang disebut sebagai kode etik tak tertulis (unwritten code). Dalam bukunya The Code: The Unwritten Rules of Fighting and Retaliation in the NHL, penulis Ross Bernstein menjelaskan bahwa budaya hoki memang lekat dengan kontak fisik. Namun, para pemain telah lama mengikuti aturan kehormatan yang mengatur kapan dan bagaimana perkelahian dianggap dapat diterima di atas lapangan.
Dengan kata lain, perkelahian bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan dianggap sebagai cara menyelesaikan konflik tertentu sesuai norma yang telah berkembang di kalangan pemain profesional. Meski masih dipertahankan oleh NHL, keberadaan perkelahian dalam hoki tetap menuai perdebatan. Pihak yang menentangnya menilai bahwa legalisasi perkelahian tetap berbahaya bagi kesehatan pemain, berpotensi meningkatkan risiko cedera kepala, memberikan contoh yang kurang baik bagi anak-anak, serta dianggap memuliakan kekerasan dalam olahraga.
Di sisi lain, pendukungnya berpendapat bahwa sistem yang berlaku saat ini justru membuat permainan lebih terkendali dibanding jika seluruh bentuk pembalasan fisik dilarang. Hingga kini, NHL memilih mempertahankan aturan tersebut sebagai bagian dari identitas olahraga hoki es profesional, meski evaluasi terhadap aspek keselamatan pemain terus dilakukan seiring berkembangnya pemahaman mengenai risiko cedera dalam olahraga kontak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....