Fakta-Fakta Backrooms yang Membuat Urban Legend Ini Mendunia

  • 30 Jun 2026 01:59 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember, Backrooms bukan sekadar cerita horor biasa. Fenomena ini bermula dari sebuah foto misterius yang viral di internet, lalu berkembang menjadi salah satu urban legend digital paling terkenal di dunia. Bahkan, kisahnya kini diangkat menjadi film layar lebar oleh A24.

Sutradara Kane Parsons mengatakan kepada Variety pada 6 Februari 2023 sempat mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan proyek YouTube ini akan berkembang menjadi film layar lebar.

Berikut beberapa fakta unik tentang Backrooms yang mungkin belum banyak diketahui seperti dilansir dari berbagai sumber :

1. Berawal dari Satu Foto Tanpa Penjelasan

Semua bermula pada 12 Mei 2019, ketika sebuah foto ruangan kosong dengan dinding kuning, lampu neon, dan karpet lusuh diunggah ke forum 4chan. Foto tersebut disertai narasi pendek tentang seseorang yang tanpa sengaja keluar dari realitas (noclip) dan terjebak di dunia bernama Backrooms. Hingga kini, asal-usul lokasi dalam foto tersebut masih menjadi perdebatan.

2. Tidak Ada Jalan Keluar yang Jelas

Dalam cerita Backrooms, seseorang yang masuk ke sana akan terjebak di labirin ruangan kosong yang seolah tidak memiliki akhir. Lorong-lorongnya tampak sama, membuat siapa pun mudah kehilangan arah dan mengalami tekanan psikologis.

3. Terinspirasi dari Konsep "Liminal Space"

Backrooms identik dengan konsep liminal space, yaitu tempat yang biasanya menjadi area transisi—seperti lorong, kantor kosong, sekolah setelah jam pelajaran, atau pusat perbelanjaan yang sepi. Ruang-ruang ini terlihat biasa, tetapi ketika kosong dan sunyi dapat memunculkan rasa tidak nyaman, asing, dan cemas.

4. Tidak Mengandalkan Monster

Berbeda dengan banyak kisah horor lainnya, ketakutan utama Backrooms berasal dari suasana.Kesunyian, dengungan lampu neon, ruangan yang tak berujung, dan rasa kesepian justru menjadi elemen yang paling menyeramkan. Meski komunitas penggemar kemudian menciptakan berbagai makhluk (entities), versi awal Backrooms lebih menekankan horor psikologis daripada monster.

5. Viral Berkat YouTube

Popularitas Backrooms melonjak setelah kreator muda Kane Parsons mengunggah video The Backrooms (Found Footage) pada Januari 2022. Video bergaya found footage tersebut ditonton puluhan juta kali dan dipuji karena efek visualnya yang realistis, meski dibuat oleh Parsons saat masih berusia 16–17 tahun.

6. Diangkat Menjadi Film oleh A24

Kesuksesan serial YouTube membuat A24 bersama Atomic Monster, rumah produksi milik James Wan, mengembangkan Backrooms menjadi film layar lebar. Yang menarik, Kane Parsons dipercaya langsung menjadi sutradaranya, menjadikannya salah satu sutradara termuda yang bekerja sama dengan A24.

7. Memiliki Ratusan "Level" Buatan Komunitas

Dalam cerita asli hanya ada satu Backrooms. Namun seiring berkembangnya komunitas penggemar, muncullah ratusan level dengan karakteristik berbeda, seperti:

  • Level 0 – lorong kuning yang paling ikonik.
  • Level 1 – gudang industri yang redup.
  • Level 37 – ruangan yang dipenuhi air.
  • Level Fun – area yang dikaitkan dengan makhluk "Partygoers".

Sebagian besar level ini merupakan karya komunitas dan bukan bagian dari cerita asli.

Backrooms menjadi bukti bahwa sebuah foto sederhana bisa berkembang menjadi fenomena budaya populer dunia. Ketakutannya tidak berasal dari monster atau darah, melainkan dari rasa terjebak, kesepian, dan ketidakpastian yang mampu memicu imajinasi manusia.

Tak heran jika hingga kini Backrooms masih menjadi salah satu urban legend internet paling berpengaruh dan terus menarik perhatian jutaan penggemar horor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....