Singa dengan Auman Khasnya yang Menghiasi Logo MGM
- 28 Mei 2026 20:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di dunia perfilman Hollywood, suara auman singa pembuka film Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) menjadi salah satu identitas paling ikonik sepanjang sejarah sinema. Logo singa yang mengaum di awal film telah melekat kuat dengan era kejayaan Hollywood klasik dan menjadi simbol studio MGM sejak pertama kali berdiri pada 1924.
Menurut ulasan Kat Eschner yang dimuat di Smithsonian Magazine pada 17 April 2017, singa pertama yang menghiasi pembukaan film produksi MGM, bernama Slats. Singa tersebut pertama kali muncul pada bumper atau klip logo pembuka MGM di era film bisu. Karena teknologi suara belum digunakan, Slats hanya terlihat menoleh dan memandang kamera tanpa mengaum sedikit pun.
Slats lahir di Kebun Binatang Dublin dan sebelumnya sudah digunakan oleh Goldwyn Pictures Corporation sebelum perusahaan itu bergabung membentuk MGM. Desainer logo MGM, Howard Dietz, memilih simbol singa sebagai penghormatan kepada almamaternya, Columbia University, yang memiliki maskot tim olahraga bernama Lions.
Singa pertama MGM dilatih oleh Volney Phifer, seorang animal wrangler atau pelatih hewan yang kemudian memiliki hubungan dekat dengan Slats. Ketika Slats mati pada 1936, Phifer bahkan menguburkan tubuh singa tersebut di peternakannya sendiri lengkap dengan batu granit dan pohon pinus di atas makamnya.
Setelah era Slats berakhir, MGM memperkenalkan singa bernama Jackie yang kemudian menjadi salah satu simbol paling terkenal dalam sejarah studio itu. Jackie adalah singa pertama yang benar-benar mengaum dalam logo MGM dan menjadi bagian penting saat Hollywood mulai memasuki era film bersuara pada akhir 1920-an.
Bama Boris menjelaskan di The HotJem bahwa rekaman auman Jackie dianggap sebagai salah satu pencapaian besar di era transisi Hollywood dari film bisu menuju film bersuara atau “talkies”. Untuk pertama kalinya, logo MGM tidak hanya menampilkan gambar singa, tetapi juga suara auman yang tersinkronisasi dengan visual. Inovasi itu menjadi langkah penting dalam perkembangan teknologi sinema modern.
Meski terlihat sederhana di layar, proses perekaman Jackie ternyata cukup menegangkan. Jackie memang bukan singa liar karena sudah dibesarkan sejak kecil oleh pelatihnya dan terbiasa berada di sekitar manusia. Namun tetap saja, menggunakan singa hidup dalam proses syuting dianggap berisiko besar.
Dalam proses rekaman tersebut, Jackie sengaja dibiarkan bebas tanpa rantai atau pengikat agar tetap tenang dan nyaman selama pengambilan gambar. Sang pelatih terus berada di dekat Jackie untuk memastikan situasi tetap terkendali dan aman bagi seluruh kru produksi.
Suasana lokasi syuting disebut sangat hening dan penuh ketegangan. Hanya terdengar suara kamera yang merekam dan geraman Jackie sebelum akhirnya ia mengeluarkan auman keras yang kemudian menjadi salah satu suara paling terkenal dalam sejarah film. Seluruh kru menyadari bahwa meskipun jinak, seekor singa tetap memiliki sifat yang tidak bisa diprediksi.
Beruntung, proses pengambilan gambar berjalan lancar tanpa insiden apa pun. Hasil rekaman auman Jackie dianggap begitu sempurna hingga langsung digunakan sebagai identitas resmi MGM. Adegan singkat tersebut kemudian menjadi logo pertama dalam sejarah Hollywood yang menggunakan suara sinkron, sebuah pencapaian besar untuk teknologi perfilman pada masanya.
Dalam Smithsonian Magazine, Kat Eschner menerangkan jika auman Jackie pertama kali digunakan pada film White Shadows in the South Seas tahun 1928. Suara aumannya direkam menggunakan gramofon, teknologi audio yang masih sangat baru pada masa itu. Rekaman tersebut menjadi salah satu inovasi penting karena menjadikan MGM sebagai studio dengan logo pembuka bersuara pertama di Hollywood.
Jackie juga mencetak sejarah lain sebagai singa MGM pertama yang muncul dalam film berwarna Technicolor melalui pembukaan film legendaris The Wizard of Oz. Popularitas Jackie membuatnya dijuluki “Leo the Lucky” karena beberapa kali selamat dari kecelakaan serius, termasuk kecelakaan pesawat dan dua insiden kereta api.
Setelah Jackie, ada beberapa singa lain yang sempat digunakan MGM, termasuk Tanner dan George. Namun sejak 1957 hingga sekarang, logo MGM menggunakan singa bernama Leo yang kini menjadi simbol permanen studio tersebut.
Pada era 1980-an, MGM bahkan sempat mendaftarkan auman singa itu sebagai trademark suara atau “sound mark”, menjadikannya salah satu identitas audio paling terkenal dalam industri hiburan dunia. Di sekeliling wajah singa MGM terdapat moto berbahasa Latin “Ars Gratia Artis” yang berarti “Seni demi Seni”. Kalimat itu menjadi simbol filosofi MGM terhadap dunia perfilman sebagai karya seni sekaligus hiburan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....