Outfit Ikonik yang Hiasi Perjalanan Karir Michael Jackson

  • 28 Mei 2026 17:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Nama Michael Jackson tidak hanya dikenal sebagai ikon musik pop dunia, tetapi juga sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia fashion dan budaya populer. Gaya berpakaiannya yang penuh detail mencolok, mulai dari jaket militer berornamen emas, sarung tangan berkilau, fedora, hingga kaus kaki glitter, menjadi identitas visual yang terus dikenang hingga sekarang.

Menurut ulasan Shelton Boyd-Griffith yang dimuat Complex pada 23 April 2026, gaya busana Michael Jackson selalu berkembang mengikuti era musiknya. Penampilannya memadukan berbagai inspirasi mulai dari seragam militer klasik, zoot suit, westernwear, hingga nuansa futuristik. Busana bagi Jackson bukan sekadar pakaian, melainkan bagian dari pertunjukan dan identitas artistiknya.

Pada akhir 1970-an, tepatnya saat album Off the Wall dirilis pada 1979, Michael Jackson mulai membangun identitas fashion khasnya. Dalam video musik “Rock With You”, ia tampil mengenakan setelan kristal rancangan Bill Whitten lengkap dengan pencahayaan laser yang futuristik. Era ini juga memperkenalkan kaus kaki putih khas Michael Jackson yang kemudian menjadi ciri visual ikoniknya.

Memasuki era Thriller pada 1983, gaya Jackson berubah menjadi lebih berani dan penuh warna. Menurut Complex, jaket merah dengan detail hitam berbentuk huruf V dalam video musik “Thriller” menjadi salah satu busana paling terkenal dalam sejarah budaya pop. Jaket rancangan Deborah Nadoolman Landis itu terus direferensikan hingga sekarang, termasuk oleh brand streetwear dan selebritas modern.

Di tahun yang sama, Michael Jackson menciptakan salah satu momen paling legendaris dalam sejarah televisi saat tampil di acara Motown 25. Dalam penampilan itu, ia pertama kali memperagakan moonwalk sambil menyanyikan “Billie Jean”. Penampilannya semakin ikonik berkat kombinasi fedora hitam, sarung tangan putih berkilau, celana hitam cropped, loafer, dan kaus kaki glitter yang memantulkan cahaya panggung.

Boyd-Griffith menilai kostum tersebut dirancang sangat detail agar setiap gerakan Jackson terlihat jelas dari seluruh sudut auditorium. Hasilnya, penampilan itu menjadi salah satu citra visual paling terkenal dalam sejarah musik pop.

Selain gaya glamor, Michael Jackson juga identik dengan jaket militer penuh ornamen emas yang sering ia gunakan sepanjang era 1980-an hingga 1990-an. Inspirasi busana tersebut berasal dari seragam militer Prancis dan Inggris, tetapi dibuat lebih teatrikal dengan tambahan braid, epaulet, dan detail dekoratif.

Jaket-jaket itu muncul dalam berbagai momen penting, termasuk saat Michael Jackson mendominasi Grammy Awards 1984 dan penampilan legendarisnya di Super Bowl XXVII. Bahkan salah satu pose Jackson dengan jaket militer hitam dan emas kemudian dijadikan sampul album HIStory: Past, Present and Future, Book I tahun 1995.

Era album Bad pada akhir 1980-an membawa perubahan lain dalam penampilan Jackson. Ia mulai tampil lebih “rockstar” dengan jaket kulit penuh buckle, celana hitam ketat, sabuk besar, dan banyak detail ritsleting. Gaya rambutnya pun dibuat lebih liar untuk menciptakan citra yang lebih keras dan rebel.

Meski sering tampil glamor, Michael Jackson juga memiliki gaya sederhana yang justru menjadi sangat ikonik. Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, ia kerap mengenakan kaus putih polos atau kemeja putih longgar dipadukan dengan celana hitam, loafers, dan kaus kaki putih. Tampilan minimalis itu terlihat dalam video “Black or White”, “In the Closet”, hingga sesi foto Vanity Fair bersama fotografer Annie Leibovitz.

Menurut Boyd-Griffith, pendekatan Michael Jackson terhadap fashion kemudian memengaruhi banyak artis generasi berikutnya. Pengaruhnya terlihat pada musisi seperti Lady Gaga, Beyoncé, hingga Lil Uzi Vert yang juga menjadikan busana sebagai bagian utama dari identitas artistik mereka.

Dunia fashion juga beberapa kali memberi penghormatan kepada Michael Jackson. Salah satunya ketika Virgil Abloh menghadirkan referensi gaya Michael Jackson dalam koleksi Louis Vuitton Fall/Winter 2019. Selain itu, brand streetwear seperti Supreme juga pernah merilis koleksi yang terinspirasi dari visual “Billie Jean” dan album Dangerous.

Hingga era 2000-an, Michael Jackson tetap mempertahankan elemen-elemen khasnya seperti sarung tangan berkilau, sepatu, jaket penuh ornamen, dan busana penuh payet. Boyd-Griffith menyebut warisan fashion Michael Jackson bukan hanya soal pakaian ikonik, tetapi juga tentang cara seorang artis membangun identitas visual yang kuat dan abadi di budaya populer dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....