Fenomena “Super Grup” Paus Bungkuk penuhi Lautan

  • 25 Apr 2026 13:13 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Paus Bungkuk
  • Populasi Paus Bungkuk Bertambah
  • Lautan
  • Lingkungan

RRI.CO.ID, Afrika Selatan: Fenomena langka tengah menarik perhatian ilmuwan kelautan dunia. Ratusan paus bungkuk kini terlihat berkumpul dalam kelompok besar atau “super group” di sejumlah wilayah laut, sebuah perilaku yang sebelumnya jarang terjadi.

Dilansir dari laporan BBC Future (21-04-2026), para peneliti menemukan bahwa paus bungkuk yang biasanya hidup soliter atau dalam kelompok kecil kini justru berkumpul dalam jumlah sangat besar, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan ekor dalam satu lokasi.

Kelompok besar ini umumnya terbentuk saat paus sedang mencari makan. Mereka memanfaatkan area laut yang kaya akan plankton dan krill—sumber makanan utama—sehingga banyak individu berkumpul di titik yang sama. Dalam beberapa kasus, jumlah paus dalam satu “super group” bisa melampaui 200 ekor, menciptakan pemandangan laut yang dipenuhi aktivitas makan secara bersamaan.

Fenomena ini pertama kali banyak diamati di perairan lepas pantai Afrika Selatan sejak sekitar 2011. Para ilmuwan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak biasa karena paus bungkuk umumnya bermigrasi jauh ke wilayah kutub untuk mencari makan, bukan berkumpul di wilayah tersebut dalam jumlah besar.

Kemunculan “super group” diduga berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan laut. Ledakan populasi plankton akibat dinamika arus laut dan suhu air menciptakan “ladang makanan” yang melimpah, sehingga menarik banyak paus dalam waktu bersamaan.

Selain faktor lingkungan, peningkatan populasi paus bungkuk setelah larangan perburuan paus global juga menjadi salah satu penyebab utama. Populasi yang pulih memungkinkan lebih banyak individu berkumpul dan bahkan memunculkan kembali perilaku sosial yang mungkin pernah hilang selama masa eksploitasi besar-besaran.

Para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai tanda positif bagi ekosistem laut. Kehadiran paus dalam jumlah besar menunjukkan bahwa rantai makanan di wilayah tersebut cukup sehat untuk mendukung predator besar. Bahkan, aktivitas paus juga berkontribusi pada kesuburan laut karena membantu menyebarkan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan plankton.

Meski demikian, fenomena ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Para peneliti masih terus mempelajari apakah “super group” ini merupakan perilaku baru akibat perubahan iklim, atau justru kebiasaan lama yang kembali muncul seiring pulihnya populasi paus.

Yang jelas, kemunculan ratusan paus dalam satu kawasan menjadi pengingat bahwa lautan masih menyimpan banyak misteri—dan juga harapan akan pemulihan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....