Lirik Lagu Nafas - Dipha Barus & Hindia

  • 24 Apr 2026 12:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Lagu Nafas merupakan kolaborasi terbaru antara Dipha Barus dan Hindia yang resmi dirilis pada April 2026. Lagu ini menjadi pertemuan dua karakter musik yang berbeda, Dipha dengan sentuhan elektroniknya, dan Hindia dengan lirik-lirik reflektif khasnya yang menghasilkan karya dengan nuansa emosional sekaligus kontemplatif.

Secara garis besar, Nafas mengangkat tema tentang perjuangan hidup sehari-hari (daily struggle) yang sering kali terasa sepele, namun terus berulang dan mengganggu pikiran. Lagu ini menggambarkan bagaimana manusia tetap harus berjalan dan melanjutkan hidup, meskipun selalu ada hal-hal kecil yang membebani pikiran.

Hindia menggambarkan lagu ini sebagai refleksi dari siklus hidup yang terus berulang—seperti rutinitas yang tidak pernah benar-benar selesai, di mana bahkan di hari yang terasa baik-baik saja, tetap ada kegelisahan yang muncul di latar belakang.

Lebih dalam lagi, Nafas juga menyentuh isu luka batin dan generational trauma, yaitu perasaan atau pola emosional yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa disadari. Lagu ini mencoba membuka ruang untuk membicarakan hal-hal yang sering dianggap tabu, seperti rasa sakit, tekanan hidup, dan beban mental.

Berikut lirik lagu Nafas – Dipha Barus & Hindia :

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku

Takut atas hal-hal yang ku tak tahu

Semoga aku tak dikalahkan raga tubuhku

Sakit saat sadar aku tidak terbelenggu

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku

Menjauh tanpa dengar ceritamu

Semoga tak ku kasih ruang tuk kebingunganku

Buang waktu mencari tujuanku

Ku urai satu-satu

Semua takut dan cemasku

Menjadi pemilik tubuhku

ia kan takluk dan berikan jalan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

Semoga aku tak terlalu banyak bicara

Menghukum diri tuk sesuatu yang sia-sia

Lupa terapkan saran yang sering ku berikan kepada orang lain tuk keperluan batin

Kadang hidup hanya perlu main-main

Masalah usai semalam ya tidak mungkin

Tidak tentu sisa hariku diburu perkara

Jangan ku ingat hal-hal yang buruk saja

Ku urai satu-satu

Semua takut dan cemasku

Menjadi pemilik tubuhku

ia kan takluk dan berikan jalan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

Mungkin ini semua turun-temurun

Mungkin cara ayah dan ibu besarkan aku

Untuk itu ku maafkan diriku

Aku maafkan kamu, juga orang tuamu

Sebelum terlambat untuk ku tersadar

Bahwa ini semua siklus yang berputar

Kupunya pilihan untuk melanjutkan

Aku putuskan usai aku berperan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....