Ribuan Ikan Kecil Menentang Gravitasi, Panjat Air Terjun di Kongo

  • 14 Apr 2026 08:13 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Fenomena unik ikan memanjat air terjun
  • Teknik adaptasi khusus
  • Perjalanan ekstrem dan berisiko
  • Tujuan mencari habitat lebih aman

RRI.CO.ID, Jember: Fenomena unik terjadi di Afrika Tengah, ketika ribuan ikan kecil terlihat memanjat air terjun setinggi sekitar 15 meter di Republik Demokratik Kongo. Perilaku ini mengejutkan para ilmuwan karena tampak seolah-olah ikan-ikan tersebut “menentang gravitasi”.

Dilansir dari Reuters (7-4-2026), spesies ikan kecil bernama Parakneria thysi itu ditemukan memanjat Air Terjun Luvilombo di wilayah hulu Sungai Kongo. Peristiwa ini terjadi saat musim hujan, khususnya antara April hingga Mei, ketika debit air meningkat.

Ikan-ikan berukuran hanya sekitar 3,7 hingga 4,8 sentimeter itu menggunakan sirip dada dan sirip perut yang dilengkapi struktur kecil seperti kait untuk menempel pada permukaan batu yang basah. Dengan gerakan tubuh berliku, mereka perlahan merayap naik melalui area percikan air di sisi air terjun.

Perjalanan tersebut bukan hal mudah. Untuk mencapai puncak, seekor ikan bisa membutuhkan waktu hingga hampir 10 jam, dengan gerakan bertahap diselingi istirahat. Selama proses itu, banyak ikan yang terjatuh akibat terpaan air deras, meski sebagian dapat mencoba kembali dari bawah.

Peneliti menyebut perilaku ini kemungkinan dilakukan untuk mencari habitat yang lebih aman, dengan lebih sedikit predator serta persaingan makanan yang lebih rendah di bagian hulu sungai.

Temuan ini menjadi yang pertama kali terdokumentasi di Afrika, sekaligus menambah pemahaman ilmuwan tentang kemampuan adaptasi hewan di lingkungan ekstrem. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem sungai, karena aktivitas manusia seperti penangkapan ikan ilegal dan pengambilan air untuk irigasi dapat mengancam kelangsungan spesies tersebut.

Para ilmuwan pun meyakini masih banyak perilaku unik lain di alam yang belum terungkap, khususnya di wilayah Sungai Kongo yang masih minim penelitian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....