Golden Goose, Sepatu Mewah yang Identik dengan Lusuhnya
- 12 Apr 2026 18:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Sepasang sneakers dari Golden Goose mungkin akan terasa “aneh” bagi sebagian orang saat pertama kali melihatnya. Alih-alih tampil bersih seperti sepatu baru pada umumnya, sepatu ini justru sengaja dibuat tampak usang dengan sol yang terlihat kotor, bagian atas yang tampak pudar, hingga efek seolah-olah sudah lama dipakai berkeliling kota. Meski tampilannya terkesan “bekas”, harga yang ditawarkan justru tidak main-main, bahkan bisa mencapai sekitar 615 dolar AS atau lebih.
Menurut informasi dari wwd.com, konsep desain “worn-in look” ini memang menjadi identitas utama Golden Goose. Di balik tampilannya yang kontroversial, sepatu-sepatu tersebut dibuat melalui proses kerajinan tangan di Italia. Brand ini mengoperasikan 12 pabrik sepatu di negara asalnya, dengan setiap pasang sepatu melalui lebih dari empat jam pengerjaan oleh pengrajin. Proses ini memastikan tidak ada dua pasang sepatu yang benar-benar identik, sehingga setiap produk memiliki karakter unik.
Namun, harga tinggi tersebut juga memicu perdebatan. Sebagian konsumen mempertanyakan logika membayar mahal untuk sepatu yang tidak terlihat baru. Bahkan pada 2018, salah satu desain Golden Goose yang menggunakan elemen seperti lakban sempat menuai kritik karena dianggap kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat kurang mampu. Meski begitu, popularitas brand ini tetap kuat, didukung oleh sejumlah selebritas seperti Zayn Malik dan Michael Phelps yang kerap mengenakannya.
Harga tinggi Golden Goose tidak hanya berasal dari proses produksi yang detail, tetapi juga dari positioning-nya sebagai produk mewah. Seperti banyak luxury brand lainnya, Golden Goose menggunakan material berkualitas tinggi, memproduksi dalam jumlah terbatas, dan menawarkan nilai eksklusivitas. Dalam pernyataannya, brand ini menegaskan bahwa mereka ingin membawa tradisi kerajinan tangan Italia ke panggung global dengan fokus pada kualitas, detail, dan ciri khas desain yang unik.
Dari sisi bisnis, Golden Goose juga menunjukkan performa yang solid. Masih menurut wwd.com, perusahaan ini mencatat penjualan sebesar 587 juta euro pada tahun 2023. Meski sempat berencana melantai di bursa saham, rencana tersebut ditunda karena kondisi pasar yang belum stabil. CEO Silvio Campara menyebutkan bahwa ketidakpastian global, termasuk dinamika politik di Eropa dan Amerika, menjadi alasan utama penundaan tersebut.
Terlepas dari pro dan kontra, Golden Goose berhasil membuktikan bahwa dalam dunia fashion, nilai sebuah produk tidak selalu ditentukan oleh tampilannya yang “baru”, melainkan oleh cerita, proses, dan identitas yang dibawanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....