Jaws, Film Legendaris yang Mengubah Cara Hollywood Berbisnis
- 11 Apr 2026 14:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Film Jaws bukan sekadar film horor tentang hiu, tetapi fenomena besar yang mengubah wajah industri perfilman dunia. Kisahnya bermula dari novel karya Peter Benchley yang terbit pada Januari 1974. Terinspirasi dari serangkaian serangan hiu di New Jersey pada 1916, novel ini langsung menjadi best-seller dan menarik perhatian industri film.
Dilansir dari ebsco.com, cerita Jaws berpusat pada teror hiu putih besar yang menyerang pengunjung pantai di sebuah kota fiksi. Tiga tokoh utama yakni kepala polisi, ahli biologi laut, dan nelayan, berusaha memburu hiu tersebut. Ketegangan dan alur cerita yang kuat membuat novel ini sukses besar, hingga akhirnya hak filmnya dibeli oleh Universal Pictures.
Film Jaws kemudian disutradarai oleh Steven Spielberg yang saat itu masih berusia 27 tahun. Spielberg mengambil keputusan berani dengan memilih lokasi syuting langsung di laut, bukan di studio, demi menciptakan kesan realistis. Ia juga memilih aktor yang tidak terlalu terkenal, seperti Roy Scheider, Richard Dreyfuss, dan Robert Shaw.
Namun, proses produksi tidak berjalan mulus. Hiu mekanik yang digunakan dalam film, yang dijuluki “Bruce”, sering mengalami kerusakan akibat air laut. Kondisi ini memaksa Spielberg untuk berimprovisasi, termasuk menampilkan sudut pandang hiu dan hanya menggunakan sirip atau benda penanda untuk menciptakan ketegangan. Teknik ini justru menjadi salah satu kekuatan utama film.
Proses syuting yang awalnya direncanakan 55 hari molor hingga 159 hari, dengan anggaran membengkak dari rencana awal menjadi sekitar 8 juta dolar AS. Meski begitu, hasil akhirnya justru luar biasa. Musik ikonik karya John Williams turut memperkuat suasana mencekam dan menjadi salah satu elemen paling dikenang dari film ini.
Saat dirilis pada 19 Juni 1975, Jaws langsung mencetak sejarah. Dalam waktu dua minggu, film ini sudah balik modal, dan pada September 1975 menjadi film pertama yang meraih pendapatan lebih dari 100 juta dolar AS, melampaui The Godfather. Secara global, film ini meraup sekitar 458 juta dolar AS dan mengangkat nama Spielberg sebagai sutradara papan atas.
Keberhasilan Jaws juga mengubah strategi industri film. Untuk pertama kalinya, film dirilis serentak di ratusan bioskop, disertai promosi besar-besaran. Pola ini kemudian melahirkan konsep “summer blockbuster”, di mana film-film besar dirilis pada musim panas dengan fokus pada efek visual, musik, dan pengalaman sinematik yang spektakuler.
Namun, dampak Jaws tidak hanya dirasakan di dunia perfilman. Film ini juga memengaruhi persepsi publik terhadap hiu. Setelah penayangannya, perburuan hiu meningkat drastis dan beberapa spesies, termasuk hiu putih besar, mengalami ancaman serius. Di sisi lain, film ini juga mendorong minat ilmiah terhadap hiu dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perilaku hewan tersebut.
Dengan segala pencapaiannya, Jaws bukan hanya film sukses, tetapi juga tonggak penting yang mengubah cara film dibuat, dipasarkan, dan dinikmati hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....