Inggris Alami Musim Panas Terpanas, Kematian Lebih Rendah

  • 06 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Jember

RRO.CO.ID, INGGRIS : Musim panas tahun 2025 tercatat sebagai musim panas paling panas dalam sejarah Inggris. Meski mengalami empat gelombang panas dengan suhu rata-rata mencapai 16,1°C, jumlah kematian terkait cuaca panas ternyata jauh lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penurunan Angka Kematian yang Signifikan

Seperti dilansir dari BBC Earth (2-04-2026), berdasarkan data dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), tercatat sekitar 1.504 kematian terkait panas di Inggris selama musim panas 2025. Angka ini hanya sekitar separuh dari jumlah yang diprediksi sebelumnya, yakni sebanyak 3.039 kematian.

Meskipun suhu tertinggi mencapai 35,8°C di Faversham, Kent pada 1 Juli—masih di bawah rekor tertinggi 40,3°C pada tahun 2022—durasi panas yang konsisten menjadikan tahun 2025 melampaui rekor suhu rata-rata sebelumnya pada tahun 2018.

Mengapa Angka Kematian Menurun?

Pihak UKHSA mengungkapkan beberapa faktor utama yang kemungkinan besar menekan angka kematian:

Sistem Peringatan Dini: Efektivitas peringatan kesehatan panas serta tindakan cepat yang diambil oleh layanan kesehatan nasional (NHS) dan sistem perawatan sosial.

Perubahan Perilaku Masyarakat: Kondisi hangat di akhir musim semi mendorong masyarakat untuk mengadopsi perilaku perlindungan lebih awal sebelum puncak panas terjadi.

Kesiapan Sistem: Dr. Agostinho Sousa dari UKHSA menyatakan bahwa koordinasi persiapan dan respons sangat penting untuk melindungi kelompok rentan, terutama lansia di atas 75 tahun dan bayi.

Proyeksi Tahun 2026 dan "Badai Dave"

Meskipun ada keberhasilan dalam menekan dampak kesehatan, para ahli memperingatkan agar tetap waspada karena periode panas diprediksi akan menjadi lebih intens dan sering terjadi. Met Office memperkirakan suhu rata-rata global pada tahun 2026 akan tetap tinggi, menjadikannya salah satu dari empat tahun terpanas dalam catatan sejarah.

Sementara itu, untuk jangka pendek, Inggris tengah bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang berbeda. Badai Dave diperkirakan akan melanda wilayah utara dan barat selama akhir pekan Paskah, membawa angin kencang, hujan lebat, bahkan risiko salju di beberapa daerah utara. Sebaliknya, wilayah selatan dan timur diprediksi akan tetap kering dengan sinar matahari yang hangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....