Tradisi Ketupatan Warnai Momen, Warga Rayakan Kebersamaan
- 27 Mar 2026 08:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Jember – Sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di berbagai daerah kembali disibukkan dengan tradisi Ketupatan, sebuah ritual budaya yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan umat Muslim di Nusantara. Momen yang juga dikenal sebagai Lebaran Ketupat ini menjadi simbol syukur sekaligus ajang silaturahmi lanjutan usai perayaan Idul Fitri.
Di sejumlah wilayah, terutama Jawa, Madura, dan sebagian pesisir, perayaan Ketupatan berlangsung meriah. Warga berkumpul bersama keluarga besar, tetangga, hingga sesepuh desa untuk menikmati hidangan ketupat dan lauk khas daerah masing-masing. Tidak hanya sebagai sajian makanan, ketupat juga memiliki makna filosofis mendalam. Bentuknya yang terbungkus janur melambangkan kesucian, sementara proses memasaknya mencerminkan kesabaran dan kebersamaan.
| Baca juga: Lirik Lagu Pulang Pada-Mu - Ungu |
Beberapa desa bahkan menggelar kegiatan adat, mulai dari selamatan, arak-arakan budaya, kirab janur, hingga doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur atas selesainya rangkaian ibadah Ramadan. Di beberapa tempat, anak-anak tampak antusias mengikuti permainan tradisional yang sengaja dihidupkan kembali untuk memeriahkan suasana.
Juhai salah satu warga Arjasa Jember masih memegang teguh tradisi Ketupatan yang merupakan warisan leluhur yang perlu terus dijaga. “Momen ini bukan hanya soal makan ketupat, tetapi tentang merawat kebersamaan. Lewat tradisi ini, warga kembali berkumpul, saling memaafkan, dan mempererat hubungan sosial,” ujar Juhai, Jum'at 27 Maret 2026.
| Baca juga: Zayn Umumkan Tur Solo “The KONNAKOL Tour” |
Selain memperkaya budaya, perayaan Ketupatan juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Penjual janur, daging ayam, bumbu dapur, hingga pedagang kuliner mengalami peningkatan permintaan. Banyak keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan ketupat dan lauk pendamping, seperti opor ayam, sayur lodeh, hingga kare khas daerah.
Dengan suasana hangat dan penuh persaudaraan, tradisi Ketupatan menjadi penutup indah rangkaian perayaan Idul Fitri. Meski zaman terus berubah, nilai kebersamaan dan syukur yang terkandung di dalamnya membuat masyarakat tetap menjaga tradisi ini agar tidak lekang oleh waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....