Lirik Lagu "Bulan Bintang, Garis Menyilang" - Wijaya 80

  • 21 Mar 2026 11:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Grup musik Wijaya 80 merilis lagu terbaru berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang” pada Jumat, 20 Maret 2026. Karya ini diperkenalkan melalui platform digital sebagai bagian dari eksplorasi tema sosial dan kemanusiaan.

Lagu tersebut mengangkat kisah hubungan dua insan yang berasal dari latar keyakinan berbeda. Tema ini menjadi sorotan utama karena masih kerap ditemui dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam rilis yang diterima RRI, Wijaya 80 menghadirkan gambaran tentang pergulatan batin dalam menjalani hubungan yang tidak sepenuhnya diterima lingkungan. Lagu ini menekanan keluarga dan norma sosial menjadi tantangan yang terus membayangi perjalanan tersebut.

Isi lagu juga menampilkan sudut pandang personal yang penuh keraguan sekaligus keteguhan perasaan. Tokoh dalam lagu digambarkan tetap mempertahankan rasa kasih meski dihadapkan pada penolakan.

Selain itu, terdapat nuansa spiritual yang kuat dalam penyampaian pesan lagu ini. Permohonan kepada Tuhan menjadi bagian penting yang mencerminkan harapan atas jalan terbaik bagi hubungan tersebut.

Berikut ini merupakan lirik lagu "Bulan Bintang, Garis Menyilang" - Wijaya 80.

Kalung salib kecil itu

Tak perlu kau tutupi

Ketika kau bertemu keluargaku

Jangan kamu malu

Apakah ini terlarang

Kata mama ini dosa

Satu hal yang paling aku tahu

Aku sayang kamu

Tuhan

apakah mungkin masih Engkau terima

Dua insan yang keyakinannya beda

Juga mungkin pintu masuknya tak sama

Tuhan

kalau jalan ceritaku memang dia

Karangkan cerita seindah indahnya

Maafkan ku terlalu banyak meminta

Tuhan

Apakah ini terlarang

(apakah ini terlarang)

Kata mama ini dosa

Satu hal yang paling aku tahu

Aku sayang kamu

Tuhan

apakah mungkin masih Engkau terima

Dua insan yang keyakinannya beda

Juga mungkin pintu masuknya tak sama

Tuhan

kalau jalan ceritaku memang dia

Karangkan cerita seindah indahnya

Maafkan ku terlalu banyak meminta

Tuhan

Tuhan

apakah mungkin masih Engkau terima

Dua insan yang keyakinannya beda

Juga mungkin pintu masuknya tak sama

Tuhan

kalau jalan ceritaku memang dia

Karangkan cerita seindah indahnya

Maafkan ku terlalu banyak meminta

Tuhan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....