Kuburan Paus di Laut Dalam Bisa Ciptakan Ekosistem Baru

  • 16 Mar 2026 11:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Di kedalaman samudra yang gelap dan minim nutrisi, bangkai paus ternyata bisa menjadi sumber kehidupan bagi berbagai organisme laut. Fenomena ini dikenal sebagai whale fall, yaitu ketika tubuh paus yang mati tenggelam hingga ke dasar laut dan menjadi pusat ekosistem baru.

Para ilmuwan menemukan bahwa satu bangkai paus dapat menyediakan makanan bagi banyak makhluk laut dalam selama bertahun-tahun. Di wilayah yang biasanya sangat miskin sumber makanan, tubuh paus yang besar menjadi sumber energi yang sangat penting.

Saat pertama kali mencapai dasar laut, bangkai paus langsung menarik perhatian berbagai pemakan bangkai seperti hiu, hagfish, dan krustasea. Mereka akan menghabiskan jaringan lunak paus dalam waktu beberapa bulan hingga lebih dari setahun.

Setelah tahap awal tersebut, organisme yang lebih kecil mulai memanfaatkan sisa-sisa jaringan dan nutrisi di sekitar tulang paus. Berbagai jenis cacing laut, siput, hingga amphipoda kemudian berkembang di area tersebut.

Tahap paling unik terjadi ketika bakteri mulai memecah lemak yang tersimpan di dalam tulang paus. Proses ini menghasilkan senyawa kimia yang menjadi sumber energi bagi organisme laut dalam yang hidup melalui proses kemosintesis.

Pada tahap ini muncul makhluk khusus seperti cacing Osedax yang dikenal sebagai “zombie worms”. Cacing ini hidup dengan menembus tulang paus dan menyerap nutrisi dari jaringan yang tersisa.

Ekosistem yang terbentuk di sekitar kerangka paus dapat bertahan sangat lama. Dalam beberapa kasus, satu bangkai paus mampu menopang kehidupan berbagai spesies laut hingga puluhan tahun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa paus tetap memiliki peran penting bagi ekosistem laut bahkan setelah mati. Tubuh mereka menjadi sumber nutrisi besar yang membantu menjaga keseimbangan kehidupan di dasar samudra.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....