Tips Menu Sahur dan Buka Puasa untuk Anak agar Tetap Semangat
- 02 Mar 2026 09:03 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Puasa Ramadan kini telah memasuki 10 hari kedua, dan semangat ibadah semakin terasa di setiap rumah. Bagi orang tua, momen ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan ketika anak mulai belajar puasa penuh hingga waktu maghrib.
Memasuki pertengahan Ramadan, banyak ibu mulai kebingungan menentukan menu sahur dan buka puasa untuk anak. Tidak sedikit anak yang mulai merasa lemas, bosan, atau kehilangan semangat jika menu yang disajikan kurang menarik. Karena itu, memilih menu sahur untuk anak yang tepat sangat penting agar energi tetap terjaga sepanjang hari. Variasi makanan bergizi dan disukai anak menjadi kunci agar proses belajar puasa berjalan lancar.
Hal ini juga dirasakan April, ibu dari Izi, anak berusia 8 tahun yang tahun ini sudah mulai puasa full sampai adzan maghrib. Bagi April, menyiapkan menu buka puasa anak agar kuat bukan sekadar memasak, tetapi juga bentuk dukungan moral. Ia memahami bahwa anak seusia Izi masih dalam tahap adaptasi menahan lapar dan haus seharian. Karena itu, menu sahur dan berbuka selalu dipikirkan dengan matang agar Izi tetap semangat dan tidak mudah mengeluh.
Menurut April, salah satu tips anak kuat puasa seharian adalah dengan menanyakan langsung menu sahur dan buka yang diinginkan. Cara sederhana ini membuat anak merasa dilibatkan dan lebih bersemangat bangun sahur tanpa drama. Anak juga cenderung makan lebih lahap karena menu sesuai selera mereka. Pendekatan ini terbukti efektif menjaga mood dan stamina anak selama menjalani ibadah puasa.
Sebagai contoh, Izi sangat menyukai berbagai olahan mie. Ketika ia meminta mie untuk sahur atau berbuka, April akan memasaknya sesuai permintaan, lalu menambahkan sayuran, telur, atau sumber protein lain agar gizinya tetap seimbang. Dengan begitu, makanan favorit tetap tersaji tanpa mengorbankan nutrisi penting bagi anak. Strategi ini menjadi salah satu ide menu sahur praktis untuk anak yang bisa ditiru orang tua lainnya.
Pengalaman April menunjukkan bahwa kreativitas dalam memilih menu sahur dan buka puasa untuk anak sangat berpengaruh pada keberhasilan belajar puasa. Menyajikan makanan favorit yang sehat, bergizi, dan bervariasi dapat membantu menjaga energi hingga maghrib. Komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak juga memperkuat semangat ibadah selama Ramadan. Dengan langkah sederhana namun konsisten, proses belajar puasa bisa menjadi pengalaman membanggakan dan penuh kenangan indah bagi anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....