Hedy Lamarr, Bintang Hollywood yang juga Seorang Penemu
- 28 Feb 2026 20:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Hedy Lamarr dikenal sebagai salah satu aktris paling memukau di era Keemasan Hollywood. Namun di balik pesona dan sorotan kamera, ia juga menyimpan sisi lain sebagai seorang penemu visioner yang kontribusinya baru diakui puluhan tahun kemudian.
Menurut nationalww2museum.org, Hedy Lamarr lahir dengan nama Hedwig Kiesler pada 9 November 1914 di Wina, Austria. Ayahnya, Emil Kiesler, seorang direktur bank, mendorong rasa ingin tahunya sejak kecil. Ibunya, Gertrud, seorang pianis konser, menanamkan kecintaan pada seni. Sejak usia dini, Lamarr telah menunjukkan bakat di dunia seni peran. Ia tampil dalam film Austria-Jerman Geld auf der Strasse (1930) dan kemudian mendapat perhatian luas lewat film kontroversial Ecstasy (1933).
Pada tahun yang sama, ia menikah dengan industrialis senjata Austria, Fritz Mandl. Namun pernikahan itu terasa mengekang dan membuatnya tak bebas melanjutkan karier. Tahun 1937, Lamarr melarikan diri ke London dan bertemu Louis B. Mayer, pendiri Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Ia kemudian berlayar ke Amerika Serikat dan mengubah namanya menjadi Hedy Lamarr, terinspirasi dari aktris film bisu Barbara La Marr.
Di Hollywood, namanya melejit lewat film seperti Algiers, Ziegfeld Girl, dan Samson and Delilah. Ia kerap dijuluki sebagai “wanita tercantik di dunia film.” Namun, di sela-sela kesibukannya sebagai aktris, Lamarr diam-diam mengembangkan berbagai ide penemuan.
Ketika Perang Dunia II pecah, Lamarr merasa terdorong untuk membantu pihak Sekutu. Pada 1940, ia bertemu dengan komposer avant-garde George Antheil. Bersama-sama, mereka mengembangkan sistem komunikasi rahasia untuk mengendalikan torpedo jarak jauh agar tidak bisa di-jamming musuh. Sistem ini menggunakan konsep frequency hopping, yaitu pemancar dan penerima sinyal berpindah frekuensi secara acak namun tersinkronisasi, sehingga sulit disadap atau diganggu.
Pada 11 Agustus 1942, mereka memperoleh paten Amerika Serikat No. 2.292.387 untuk “Secret Communication System.” Namun, Angkatan Laut AS menolak menerapkan teknologi tersebut saat itu dan justru mendorong Lamarr memanfaatkan popularitasnya untuk menjual obligasi perang. Ia pun berhasil menggalang dana hingga 25 juta dolar AS pada 1942.
Meski sempat dilupakan, konsep frequency hopping kemudian digunakan militer Amerika, termasuk pada masa Krisis Misil Kuba 1962. Teknologi ini menjadi dasar pengembangan sistem komunikasi modern yang kini dikenal sebagai spread spectrum, yang menjadi fondasi bagi GPS, jaringan telepon seluler, Bluetooth, dan Wi-Fi.
Setelah perang, Lamarr tetap berkarier di dunia hiburan dan menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 1960. Namun pengakuan atas kiprahnya sebagai penemu baru datang menjelang akhir hayatnya. Pada 1997, Lamarr dan Antheil dianugerahi Pioneer Award dari Electronic Frontier Foundation. Tahun 2014, ia secara anumerta dimasukkan ke National Inventors Hall of Fame. Kisah hidupnya kembali mendapat sorotan melalui film dokumenter Bombshell: The Hedy Lamarr Story.
Hedy Lamarr wafat pada 19 Januari 2000 di Florida pada usia 85 tahun. Sebagian abunya ditebarkan di Vienna Woods sesuai wasiatnya. Kini, ia dikenang bukan hanya sebagai ikon kecantikan Hollywood, tetapi juga sebagai pelopor teknologi komunikasi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....