Seniman Manchester Sulap Limbah Pabrik Jadi Karya Seni

  • 27 Feb 2026 08:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Manchaster: Prinsip satu orang membuang, orang lain memanfaatkan benar-benar hidup dalam karya Nicola Ellis, seorang seniman asal Manchester yang menciptakan patung dari limbah pabrik. Melalui karyanya, Ellis mengangkat nilai manusia dan keterampilan di balik dunia manufaktur yang kerap luput dari perhatian.

Seperti ditulis oleh Anna Jameson dan Lauren Hirst dalam artikel “Artist uses factory waste to create sculptures” dalam BBC News (26-02-2026), Seniman berusia 34 tahun ini menjalani peran sebagai artist-in-residence di Ritherdon & Co, salah satu perusahaan manufaktur tertua di Lancashire. Selain berkarya, Ellis juga mengajar seni di Stretford High School. Ia mengaku memiliki rasa hormat besar kepada para pekerja pabrik seperti operator mesin dan teknisi yang menghabiskan bertahun-tahun mengasah keterampilan praktis.

Pameran bertajuk Exercises in Knowing kini dipamerkan di pusat seni HOME dan akan berlangsung hingga 17 Mei. Dalam proses kreatifnya, Ellis menghabiskan satu hingga dua hari setiap pekan di lantai pabrik di Darwen, memanfaatkan sisa material produksi untuk dijadikan karya seni.

Ellis mulai bekerja dari lingkungan pabrik sejak lebih dari empat tahun lalu melalui National Festival of Making. Ia ingin menepis anggapan bahwa industri manufaktur sudah tidak lagi eksis di Inggris. Menurutnya, hanya dengan berkendara sekitar 30 menit dari Manchester, orang sudah bisa melihat bahwa Lancashire masih menjadi pusat manufaktur aktif dengan ribuan orang yang terus memproduksi berbagai barang.

Sebagian besar karya Ellis berupa patung plester yang menggambarkan pekerja pabrik sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Baginya, karya-karya ini adalah cara membawa kehidupan dan cerita dari lantai pabrik ke ruang galeri, agar masyarakat yang jarang bersentuhan dengan dunia industri bisa ikut merasakannya.

Selain patung, pameran ini juga menampilkan video yang direkam dari sembilan sudut berbeda di area pengelasan pabrik, serta karya instalasi berukuran besar yang digantung di seluruh ruang pamer.

Salah satu pekerja pabrik, Matthew Bradley, menyambut baik keterlibatan dunia manufaktur dalam pameran seni ini. Ia menilai sentuhan manusia tetap penting dalam proses produksi. Menurutnya, mesin memang bisa bekerja seragam, tetapi manusia selalu memiliki ciri khas dan keunikan dalam setiap hasil kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....