Bridgerton Season 4 Kembali Dengan Romansa Mewah Netflix

  • 04 Feb 2026 10:06 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Bridgerton Season 4 kembali menghadirkan romansa berlatar Inggris era Regency yang dipenuhi drama, pesta topeng, dan tradisi masyarakat kelas atas. Kritikus memberikan respon positif pada musim keempat ini, dengan sekitar 80% ulasan critic positif di Rotten Tomatoes, menyebutnya tetap “manis, seksi, dan menghibur” meskipun sedikit terasa familiar. Atmosfer visual dan pakaian mewah tetap menjadi daya tarik utama yang membuat penonton betah menonton. Musik latar dan narasi Lady Whistledown (diisi oleh Julie Andrews) memadukan nostalgia dengan drama yang intens. Meskipun beberapa kritik menyebut musim ini kurang berani secara naratif dibanding harapan, Bridgerton tetap mempertahankan pesona yang membuatnya populer di seluruh dunia. 

Season 4 fokus pada kisah cinta Benedict Bridgerton, yang selama ini dikenal sebagai adik tengah yang menikmati kehidupan tanpa komitmen. Musim ini terinspirasi dari novel Julia Quinn berjudul An Offer from a Gentleman, dan membawa Benedict pada kisah cinta yang tidak biasa. Ia jatuh cinta pada Sophie Baek, seorang wanita yang dulunya bekerja sebagai pelayan sebelum takdir mempertemukan mereka di sebuah pesta topeng glamor bergaya Cinderella. Plot ini berkisar pada usaha Benedict mencari nama misterius yang muncul di pesta itu, sementara Sophie berusaha menyeimbangkan identitas, cinta, dan tekanan sosial. Tema utama mencakup perbedaan kelas sosial, cinta yang tak terduga, serta perjuangan menentang tradisi aristokrat. 

Pemeran utama musim ini adalah Luke Thompson sebagai Benedict Bridgerton dan Yerin Ha sebagai Sophie Baek, yang memerankan sosok wanita tangguh berjiwa bebas dan pintar. Kembalinya beberapa pemeran populer seperti Nicola Coughlan (Penelope Featherington), Jonathan Bailey (Anthony Bridgerton), Golda Rosheuvel (Queen Charlotte), serta Adjoa Andoh (Lady Danbury) menambah kedalaman cerita. Pemeran lain seperti Florence Hunt dan Will Tilston sebagai anggota keluarga Bridgerton memberikan nuansa hangat keluarga besar yang selalu menjadi ciri khas serial ini. Kehadiran tokoh-tokoh baru juga memperkaya dinamika cerita dan memberi aspek segar bagi penonton yang sudah mengikuti sejak musim pertama. 

Musim keempat ini dipimpin oleh showrunner Jess Brownell, yang melanjutkan perannya dari musim sebelumnya untuk menggarap adaptasi novel Julia Quinn. Produksi diproduseri oleh Shonda Rhimes melalui Shondaland, dengan tim kreatif yang memastikan detail visual, kostum, dan musik mampu mempertahankan gaya khas Bridgerton. Serial ini terus memakai narasi Lady Whistledown sebagai elemen ikonik yang membentuk suasana sosial drama. Kostum dan set dirancang untuk memberi gambaran Regency yang opulen namun tetap relevan bagi penonton masa kini. Tim produksi juga menghadirkan suasana pesta dan adegan megah dengan paduan musik klasik dan modern yang menjadi ciri khas serial ini.

Season 4 memiliki 8 episode total, yang dibagi menjadi dua bagian sesuai pola rilis yang sudah digunakan pada musim sebelumnya. Bagian pertama memuat empat episode yang dirilis sekaligus, sedangkan bagian kedua melengkapi empat episode terakhir yang melanjutkan konflik dan kisah cinta utama. Setiap episode umumnya berdurasi sekitar 60–70 menit, memberikan ruang yang cukup untuk eksplorasi karakter, drama sosial, dan romansa yang intens.

Bridgerton Season 4 tayang perdana di Netflix pada 29 Januari 2026 dengan empat episode pertama, dan empat episode berikutnya akan dirilis pada 26 Februari 2026. Jadwal rilis ini memberi jeda satu bulan di antara dua bagian, sehingga penonton dapat membahas teori dan harapan antara rilis bagian pertama dan kedua. 

Secara keseluruhan, Bridgerton Season 4 tetap menjadi tontonan wajib bagi penggemar drama romansa berlatar sejarah dengan sentuhan modern. Dengan cerita cinta baru yang inspiratif antara Benedict dan Sophie, serial ini memperkaya dunia Bridgerton tanpa kehilangan identitasnya. Penggabungan costume drama, interaksi sosial kelas atas, dan kisah cinta yang kompleks membuatnya tetap relevan dan menarik. Dukungan cast populer, narasi Lady Whistledown, serta estetika produksi tinggi memastikan serial ini layak dinikmati. 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....