Lirik Lagu "Sesi Potret" eńau ft. Ari Lesmana

  • 03 Feb 2026 11:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - eńau berkolaborasi dengan Ari Lesmana merilis lagu terbaru berjudul “Sesi Potret” pada . Karya ini menjadi pertemuan musikal yang mengangkat percakapan batin tentang perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Dikenal dengan lirik yang reflektif dan emosional, eńau kembali menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama dalam lagu ini. Kolaborasi dengan Ari Lesmana menghadirkan sudut pandang vokal yang berbeda namun saling melengkapi dalam menyampaikan cerita yang sama.

Ari Lesmana, yang dikenal memiliki karakter suara kuat dan ekspresif, memberikan dimensi emosional yang lebih dalam pada “Sesi Potret”. Perpaduan dua karakter vokal tersebut memperkaya narasi lagu dan menghadirkan dialog rasa yang intim.

Sebagaimana rilis yang diterima RRI, lagu ini ditulis pada awal November 2025 dan terinspirasi dari kisah nyata orang-orang di sekitar eńau. Lagu ini merepresentasikan duka kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, serta kerinduan mendalam terhadap waktu yang tidak dapat terulang.

Secara tematik, lagu ini menjadi pengingat tentang makna waktu bersama orang-orang tercinta. Pesan yang dihadirkan menyoroti bagaimana gengsi dan penundaan sering kali membuat manusia lalai dalam menjaga kehadiran dan kedekatan.

Proses produksi lagu ini dipercayakan kepada Kevin Pangestu sebagai produser musik. Setelah aransemen selesai, eńau kemudian mengajak Ari Lesmana untuk terlibat langsung dalam proyek kolaborasi ini.

Dalam pengerjaannya, lagu ini melibatkan sejumlah musisi pendukung pada pengisian instrumen, termasuk gitar, bass, dan drum. Proses penulisan lirik juga mendapat kontribusi dari Mulia Kennedy yang membantu merangkai gagasan menjadi ungkapan yang lebih puitis.

Berikut ini merupakan lirik lagu "Sesi Potret" - enau ft. Ari Lesmana.

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…

Ku bertamu kerumah barumu,
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....