Tanoker Hadirkan Tujuh Destinasi Wisata Edukatif

  • 31 Jan 2026 00:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas formal. Dalam kehidupan sehari-hari, proses belajar juga bisa hadir melalui bermain dan praktik sosial yang sederhana namun bermakna. Semangat itulah yang dihadirkan Kampung Belajar Perdamaian Tanoker di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, melalui tujuh destinasi wisata belajar berbasis pengalaman.

Koordinator Kampung Belajar Perdamaian Ledokombo, Mutiara Cahya Nurani, menjelaskan bahwa ketujuh destinasi tersebut merupakan “lumbung pengetahuan” yang menghubungkan pembelajaran lintas generasi melalui pengalaman langsung dan praktik sosial.

“Tujuh destinasi ini kami sebut sebagai ruang belajar berbasis pengalaman. Di sini, bermain bukan sekadar bersenang-senang, tetapi menjadi pintu masuk untuk memahami proses dan nilai kehidupan,” ujar Mutiara Jumat, 30 Januari 2026.

Destinasi pertama adalah Tanoker sendiri, yang menghadirkan permainan tradisional Egrang serta musik tradisional. Melalui aktivitas ini, peserta diajak belajar ketekunan, keseimbangan, dan kerja sama. Konsep yang diusung adalah bermain yang tidak main-main.

Selanjutnya, terdapat Sekolah Eyang, ruang belajar bagi lansia untuk memahami bagaimana menjadi lansia yang bahagia sekaligus membahagiakan. Ada pula Sekolah Bapak-Bapak dan Buk ibok, yakni sekolah khusus orang tua yang membahas pendidikan keluarga dan mendorong pola pikir kritis dalam pengasuhan anak.

Destinasi berikutnya adalah Sarimbo, ruang belajar kerajinan manik-manik yang telah memberdayakan banyak perempuan. Dari proses merangkai benda-benda yang awalnya terpisah, lahir karya bernilai ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas komunitas.

Selain itu, terdapat Batik Nizan, karya pemuda lokal yang mengembangkan batik dengan motif egrang sebagai identitas budaya setempat. Pesantren Kopi At Tanwir juga menjadi salah satu destinasi, dengan kopi sebagai media pembelajaran kemandirian santri, yang sebagian besar merupakan anak-anak pekerja buruh migran.

Destinasi terakhir adalah Pasar Lumpur, yang menghadirkan permainan tradisional old bone berbasis kerja sama dan gotong royong.

Tak hanya mengelola destinasi, Kampung Belajar Tanoker juga aktif menyelenggarakan berbagai agenda edukatif. Pada Februari mendatang, sejumlah kegiatan akan digelar, di antaranya outing class TK Kemala Bhayangkari , gelar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Sahabat Perpustakaan Universitas Jember, serta pertemuan jejaring JAIKA Asoka.

Selain itu, Kampung Belajar Tanoker juga menyediakan berbagai paket wisata belajar yang dapat diikuti oleh sekolah, komunitas, dan masyarakat umum. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai perdamaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....