Ilmuwan Pulihkan RNA Kuno dari Mammoth Siberia
- 18 Nov 2025 15:26 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Para peneliti mencatat terobosan penting setelah berhasil memulihkan molekul RNA dari seekor mammoth berbulu yang telah mati sekitar 39.000 tahun lalu. Temuan ini disampaikan dalam laporan Reuters, yang terbit pada 14 November 2025.
Menurut Reuters, spesimen mammoth tersebut dikenal dengan nama Yuka, seekor mammoth muda yang jasadnya ditemukan dalam kondisi membeku di permafrost Siberia. RNA berhasil diekstraksi dari jaringan otot di kaki depan Yuka, menjadikannya RNA tertua yang pernah ditemukan sejauh ini.
Dalam laporan itu, para peneliti menjelaskan bahwa analisis RNA memberikan gambaran tentang gen-gen yang aktif pada saat mendekati kematian Yuka. Beberapa gen yang teridentifikasi terkait dengan respons stres seluler dan proses metabolisme. Tidak seperti DNA atau protein, RNA dianggap dapat mengungkap “aktivitas biologis sesaat sebelum kematian,” memberikan sudut pandang baru tentang kondisi organisme pada masa itu.
Reuters juga menuliskan bahwa sebelumnya para ilmuwan mengira RNA terlalu rapuh untuk bertahan lama setelah kematian. Namun, penemuan pada Yuka menunjukkan bahwa dalam kondisi beku ekstrem, RNA dapat bertahan hingga puluhan ribu tahun.
Analisis tambahan yang dilaporkan Reuters mengungkap bahwa Yuka merupakan mammoth jantan dan kemungkinan mengalami cedera serius akibat serangan singa gua, berdasarkan luka-luka yang ditemukan di tubuhnya.
Peneliti berharap temuan ini membuka peluang baru dalam mempelajari RNA purba dari spesies lain yang telah punah, sekaligus memperluas pemahaman tentang aktivitas genetik makhluk purba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....