Rijsttafel: Pesta Makan Ala Kolonial

  • 30 Sep 2025 11:01 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Pernahkah kamu melihat meja makan penuh dengan puluhan lauk khas Indonesia yang disajikan serentak? Sajian seperti itu dikenal dengan nama Rijsttafel, sebuah warisan kuliner unik dari masa kolonial Belanda. Walaupun isinya adalah masakan Indonesia, konsep penyajiannya justru berasal dari Belanda. Rijsttafel sendiri berarti “meja nasi” dalam bahasa Belanda, tapi jangan salah, yang disajikan bukan cuma nasi, melainkan perjamuan besar dengan aneka hidangan Nusantara dalam porsi-porsi kecil.

Rijsttafel muncul pada abad ke-19, saat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Para pejabat dan saudagar Belanda yang tinggal di Hindia Belanda kala itu terpesona oleh kekayaan kuliner lokal. Mereka ingin menyajikan kekayaan rasa dan keanekaragaman masakan Indonesia kepada tamu, baik sesama orang Eropa maupun kalangan elite lokal. Maka, dibuatlah konsep makan besar ini sebagai simbol status, kekuasaan, dan kekaguman terhadap kuliner Indonesia, yang mereka tampilkan lewat penyajian mewah dan jumlah hidangan yang luar biasa banyak.

Isi rijsttafel sangat bervariasi, tergantung daerah dan selera. Tapi umumnya selalu ada nasi putih atau nasi kuning sebagai pusatnya, lalu di sekelilingnya tersaji belasan hingga puluhan lauk-pauk seperti rendang, sate ayam, ayam goreng lengkuas, semur daging, sambal goreng ati, urap, tempe orek, sambal terasi, acar, hingga kerupuk. Tak jarang juga disajikan makanan penutup seperti kolak, pisang goreng, atau kue tradisional. Semua disajikan dalam piring-piring kecil agar tamu bisa mencicipi setiap jenis lauk tanpa cepat merasa kenyang.

Setelah Indonesia merdeka, rijsttafel sempat “menghilang” dari meja makan masyarakat karena dianggap sebagai simbol kolonialisme. Namun dalam beberapa tahun terakhir, terutama di hotel berbintang, restoran heritage, dan tempat wisata kuliner sejarah, rijsttafel kembali muncul sebagai pengalaman makan yang bernilai budaya dan sejarah. Uniknya, di Belanda sendiri rijsttafel masih sangat populer hingga kini, bahkan dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk mengenal kuliner Indonesia, khususnya oleh masyarakat yang belum pernah datang langsung ke Indonesia.

Kini, rijsttafel bukan hanya tentang makanan enak. Ia adalah cerita tentang pertemuan dua budaya, tentang bagaimana sejarah bisa tertuang dalam satu meja makan. Melalui rijsttafel, kita tidak hanya menikmati kelezatan kuliner Nusantara, tapi juga memahami bagaimana makanan bisa menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....