AIESEC Unej Kupas Makna Dress Well Anak Muda

  • 24 Sep 2025 01:01 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Tren “dress well” atau berpenampilan rapi dan representatif kini semakin digandrungi kalangan anak muda, khususnya Gen Z. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan fashion, namun juga menyangkut kepercayaan diri, personal branding, hingga gaya hidup.

Hal ini disampaikan oleh Adinda Ammara dan Sekar Amalya, Staff of TXD AIESEC in UNEJ, pada saat on air di Jaga Malam Pro2 RRI Jember. Senin (22/9/2025).

Dinda menjelaskan, tren “dress well” tengah populer karena peran media sosial yang menjadikan penampilan sebagai “first impression”. “Banyak orang pertama kaliberinteraksi lewat foto, story, atau video. Jadi cara berpakaian otomatis menjadi bagian dari personal branding,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekar menambahkan bahwa pakaian juga merupakan bentuk ekspresi diri. “Buat Gen Z, pakaian itu cara nunjukin kepribadian, bahkan mood hari itu. Dress well jadi bentuk self-care yang bikin lebih percaya diri,” ujarnya.

Lebih jauh, keduanya menilai bahwa “dress well” kini telah berkembang menjadi gaya hidup, bukan sekadar tren. “Orang nggak cuma mikirin gaya biar kelihatan keren, tapi jugamerasa nyaman, percaya diri, dan bisa nunjukin kepribadian lewat outfit,” kata Dinda.

Sementara menurut Sekar, tren ini bisa disebut gaya hidup yang lahir dari budaya populer anak muda. Soal kepercayaan diri, keduanya sepakat bahwa berpakaian rapi mampu membuat seseorang lebihsiap menghadapi aktivitas.

“Saat pakai outfit yang sesuai, rasanya lebih pede ngobrol dan lebih siap menjalani hari,” kata Dinda.

Sekar menambahkan, “Dress well bikin kita lebih presentable, dan itu mendorong kita untuk melakukan yang lebih baik.”

Meski identik dengan kualitas, tampil rapi tidak harus mahal. “Kuncinya mix and match, beli basic item yang gampang dipadu-padankan, dan pintar pilih bahan yang awet,” kata Dinda.Sekar menambahkan, basic fit yang rapi sudah cukup untuk tampil dress well.

Di era media sosial, penampilan dinilai penting dalam membangun personal branding. “Visual sering jadi yang pertama dilihat sebelum personality. Cara berpakaian bisa memberi kesan tertentu,misalnya profesional, kreatif, atau santai,” kata Dinda.

Untuk tips bagi pemula, keduanya menyarankan memulai dari basic outfit, mencari inspirasi dari media sosial, lalu menyesuaikan dengan budget dan gaya pribadi.

“Kalau ikut exchange AIESEC, dress well bisa nunjukin kalau anak muda Indonesia itu keren, profesional, dan siap bersaing global,” ujar Dinda. Sekar menambahkan, pakaian dapat menjadiidentitas yang memperkenalkan budaya saat bertemu masyarakat luar negeri.

Sejalan dengan semangat Living Diversity yang diusung AIESEC, fashion juga dinilai sebagai media untuk memahami perbedaan budaya. “Pakaian sering mencerminkan nilai dan tradisi. Denganmenghargai gaya berpakaian lain, kita bisa lebih peka terhadap keberagaman,” kata Dinda.

Menutup dialog, Dinda berpesan agar anak muda tidak hanya berhenti pada penampilan luar. “Seimbangkan antara dress well dan live well. Penampilan penting, tapi karakter dan cara kitamenjalani hidup yang membuat kita berharga,” ujarnya.

Sependapat dengan Dinda, Sekar menegaskan, “Jangan cuma bingung mau pakai baju apa atau bagaimana tapi ketika first impression juga harus memikirkan kita harus bersikap bagaimana, apayang perlu kita sampaikan, jadi juga melihat kehidupan sosialnya.” katanya, Mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....