Review Film Sore: Romansa Fantasi yang Penuh Emosi

  • 14 Jul 2025 09:09 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Film Sore Istri dari Masa Depan (2025) disutradarai dan ditulis oleh Yandy Laurens, diangkat dari web series viral tahun 2017. Ceritanya menghadirkan nuansa fantasi yang manusiawi, berfokus pada hubungan antara Sore (Sheila Dara Aisha) dan Jonathan (Dion Wiyoko), yang diwarnai perjuangan emosional dan twist di akhir cerita. Sutradara berhasil menyajikan visual sinematik dan audio magis, terasa nyata sekalipun mengusung konsep perjalanan waktu.

Film ini mengisahkan tentang Jonathan adalah seorang fotografer yang tinggal di Kroasia dengan gaya hidup yang cukup santai—hingga Sore tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Tujuannya adalah untuk mengubah gaya hidup Jonathan agar tidak berujung pada kematian tragis. Konflik muncul ketika Sore berusaha meyakinkan Jonathan, yang pada awalnya skeptis dan curiga, terutama karena Jonathan juga dekat dengan karakter Elsa (Lara Nekic). Ketegangan berlapis ini memuncak ketika Sore mulai mati berkali-kali setiap kali ia membocorkan rahasia masa depan—memicu efek loop dalam cerita.

Sheila Dara Aisha menggantikan Tika Bravani sebagai Sore dalam versi film, dan berhasil menghadirkan karakter yang lembut namun tegas, dengan chemistry kuat bersama Dion Wiyoko. Dion memerankan Jonathan yang kompleks—sosok yang cuek namun memiliki sisi rapuh secara emosional. Karakter pendukung seperti Karlo (Goran Bogdan), Elsa, serta tokoh-tokoh dari latar lokal di Kroasia dan Finlandia turut memperkaya cerita tanpa mengganggu fokus utama.

Film ini berdurasi sekitar 119 menit dan dirilis secara luas di bioskop Indonesia mulai 10 Juli 2025. Tidak seperti serial, film ini hanya tayang sekali sekali pada layar lebar, tanpa episode. Format panjang ini memungkinkan cerita dieksplorasi lebih dalam dan emosional. Pengambilan gambar dilakukan di tiga negara: Kroasia (Zagreb, Grožnjan), Indonesia, dan Finlandia. Sinematografi menampilkan lanskap Kroasia yang seperti galeri postcard hidup, serta adegan salju Finlandia yang dramatis. Setiap frame diciptakan secara estetis, memperkuat atmosfer cerita lintas waktu yang menawan.

Penggunaan musik dari Adhitia Sofyan dan Barasuara semakin memperkaya suasana; lagu seperti “Terbuang dalam Waktu” mampu mengubah mood adegan dengan intim. Scoring ditata penuh emosi, terasa rileks di babak awal dan intens di klimaks dan akhir film, membawa penonton terbawa suasana.

Film ini mendapat pujian tinggi dari penonton dan kritikus. Banyak yang menyebutnya “mind-blowing”, dengan visual dan alur cerita yang sukses menyentuh hati . Secara keseluruhan, Sore: Istri dari Masa Depan adalah film yang menyentuh emosional, menyuguhkan romansa dengan konsep fiksi ilmiah tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan. Visual yang indah, musik yang menggugah, serta akting utama yang solid membuat film ini layak masuk daftar tontonan wajib. Bagi pecinta film romantis dan fantasi, film ini memberikan pengalaman berbeda dan memuaskan—pastikan menyaksikannya di bioskop sejak penayangan perdananya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....