Vokalis VoB, Firda Marsya Masuk Daftar 100 Wanita Inspiratif Versi BBC

  • 06 Des 2024 10:08 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Vokalis grup musik Voice of Baceprot (VoB), Firda Marsya, baru-baru ini menerima penghargaan prestisius setelah namanya terdaftar dalam daftar 100 Wanita Inspiratif dan Berpengaruh di Seluruh Dunia 2024 versi BBC, sebuah daftar yang menghargai 100 wanita paling inspiratif di dunia. Pencapaian ini menjadi momen penting dalam karier Firda, yang juga dikenal sebagai figur yang menginspirasi banyak generasi muda dengan karya musiknya serta dedikasinya terhadap pemberdayaan perempuan dan kebebasan berekspresi.

Firda Marsya, yang dikenal sebagai vokalis utama dari band metal asal Indonesia, Voice of Baceprot (VoB), telah membawa bandnya ke panggung internasional dengan penampilan yang luar biasa. Band yang didirikan pada tahun 2014 ini mulai dikenal dengan gaya musik metal yang khas dan lirik-lirik yang penuh dengan pesan-pesan sosial dan pemberontakan.

VoB, yang beranggotakan Firda Marsya, Euis Rachmawati (gitar), dan Widi Rahmawati (drum), mematahkan stereotip dengan menjadi band metal yang dipimpin oleh perempuan dan tampil mengenakan hijab. Keberanian Firda untuk tampil di genre musik yang kerap didominasi oleh laki-laki, serta berani mempertahankan identitasnya sebagai seorang perempuan berhijab, menjadikannya salah satu ikon pemberdayaan perempuan di dunia musik.

Marsya menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.

“Sebagai vokalis dan gitaris dalam band metal berhijab yang beranggotakan semua perempuan, Voice of Baceprot in Indonesia. Kurnia merasa nyaman dengan norma-norma gender dan agama yang menentang,” tulis BBC serta mengunggah foto Marsya.

Firda Marsya masuk dalam kategori "Inspirational Leaders" berkat keberaniannya untuk menembus batasan-batasan sosial dan budaya yang ada di industri musik. Lewat suara keras dan lantang dalam setiap penampilannya, Firda tidak hanya berusaha untuk menginspirasi perempuan muda di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, untuk mengejar mimpi mereka, tanpa takut pada stereotip dan diskriminasi.

Dalam unggahannya, Marsya mengatakan, menjadi yang awal pasti akan selalu melahirkan banyak bahan pertengkaran dan juga keraguan. Marsya juga mempertanyakan apakah langkah yang diambil berkarya dalam sebuah band metal sudah benar.

“Menjadi yang mula-mula, selalu akan melahirkan banyak bahan pertengkaran dan keraguan. Juga bisik-bisik di belakang kepala yang mempertanyakan sudah benarkah langkah kita,” tulis Marsya.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu dengan perubahan dunia yang semakin berkembang, perempuan tidak harus selalu menjadi pengikut. Marsya merasa perempuan juga bisa memulai keberanian untuk menjalani mimpinya. Seperti Marsya yang kini tengah menjalani mimpinya bersama VoB.

“Perempuan yang memulai dan melawan adalah mercusuar, mereka adalah pengingat bahwa perubahan sejati dimulai dari keberanian untuk berkata, ‘Aku tidak diciptakan hanya untuk mengekor dan membungkuk-bungkuk pada ketidakadilan, ketakutan, atau aturan yang memasung kebebasanku,” tulis Marsya.

“Aku diciptakan untuk merajut mimpi, untuk berkata Tidak' atau 'Ya' pada apapun yang aku kehendaki,” lanjut Marsya. Terakhir dalam unggahannya, Marsya mengucapkan terima kasih ke BBC. “Thank you @bbc100women,” tutur Marsya.

Semoga kisah Firda Marsya ini menginspirasi lebih banyak wanita di seluruh dunia untuk berani bermimpi besar dan mengejar tujuan mereka tanpa takut untuk menjadi diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....