Ojek Kuda Watu Pecak Kebanjiran Rezeki Saat Segoro Topeng Kaliwungu

  • 30 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang – Suara seorang anak memecah pagi di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Minggu, 28 Juni 2026. Supriadi tersenyum, lalu membantu bocah itu naik ke pelana sebelum perlahan menuntun kudanya menyusuri bibir pantai.

Tak jauh dari mereka, sang ayah sibuk mengabadikan momen dengan telepon genggam. Beberapa wisatawan lain mulai mengantre menunggu giliran. Sejak pagi, suasana Pantai Watu Pecak tak pernah benar-benar sepi.

Bagi Supriadi, pemandangan seperti itu menjadi berkah yang sudah lama dinanti. Kehadiran ribuan pengunjung dalam Festival Segoro Topeng Kaliwungu membuat usahanya sebagai penyedia wisata berkuda jauh lebih ramai dibanding hari biasa.

"Kalau hari biasa dapatnya sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Saat ada Segoro Topeng Kaliwungu bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta sehari," kata Supriadi Minggu 28 Juni 2026.

Lonjakan pendapatan itu tidak membuat Supriadi menaikkan tarif. Wisatawan tetap dikenai biaya Rp10 ribu untuk anak-anak dan Rp20 ribu bagi orang dewasa.

Baginya, tarif yang terjangkau justru membuat semakin banyak pengunjung tertarik mencoba wisata berkuda. Semakin ramai wisatawan datang, semakin besar pula peluang pelaku usaha kecil seperti dirinya memperoleh penghasilan.

Harapan serupa dirasakan Nawawi, rekan sesama penyedia jasa wisata berkuda. Ia mengaku festival budaya seperti Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum yang paling dinantikan warga yang menggantungkan hidup dari sektor wisata.

"Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya setahun sekali. Kalau wisatawan sering datang, kami juga ikut merasakan manfaatnya," ujarnya.

Manfaat festival tidak hanya dirasakan penyedia jasa wisata berkuda. Di sepanjang kawasan Pantai Watu Pecak, pedagang makanan, pelaku UMKM, penjual cendera mata, pengelola parkir, hingga pelaku ekonomi kreatif ikut menikmati meningkatnya jumlah pengunjung.

Perputaran ekonomi yang terjadi selama festival menunjukkan bahwa kegiatan budaya mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula peluang usaha-usaha lokal berkembang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus mengembangkan agenda budaya sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Segoro Topeng Kaliwungu akan terus kita laksanakan setiap tahun. Ke depan, kami juga akan memikirkan berbagai event di Pantai Watu Pecak maupun destinasi wisata lainnya agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menjelang sore, antrean wisatawan mulai berkurang. Supriadi kembali menuntun kudanya menuju tempat beristirahat setelah seharian melayani pengunjung.

Bagi warga pesisir seperti dirinya, Segoro Topeng Kaliwungu bukan sekadar pertunjukan budaya. Festival itu menghadirkan harapan bahwa semakin banyak wisatawan datang ke Pantai Watu Pecak, semakin besar pula peluang masyarakat sekitar untuk meningkatkan penghasilan dan menggerakkan roda perekonomian keluarga.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....