Melalui Dinding Panjat, SMAN 2 Situbondo dan BRI Cetak Atlet

  • 26 Jun 2026 13:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo- Ada pemandangan berbeda di sudut lapangan SMA Negeri 2 (SMADA) Situbondo belakangan ini. Sebuah struktur dinding tegak menjulang kini menjadi pusat perhatian baru para siswa. Di sinilah, mimpi-mimpi menjadi atlet panjat tebing profesional mulai dirajut.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan senilai Rp196 juta untuk pembangunan fasilitas wall climbing (dinding panjat) di sekolah tersebut. Diserahterimakan pada Mei 2026, fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang pacu prestasi bagi generasi muda Situbondo.

Wadah Resmi untuk Talenta yang Selama Ini Tersembunyi

Bagi dunia olahraga pendidikan di Situbondo, kehadiran wall climbing di lingkungan sekolah adalah angin segar. Selama ini, minat siswa pada olahraga ekstrem seperti panjat tebing sering kali terkendala minimnya fasilitas latihan yang standar dan aman.

Kepala SMAN 2 Situbondo, Nikmatil Hasanah, M.Pd, tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, fasilitas ini akan menjadi motor penggerak baru bagi kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

"Fasilitas ini akan menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk mewadahi minat dan bakat siswa, khususnya di bidang olahraga panjat tebing. Selain mendukung kegiatan ekstrakurikuler, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, keberanian, serta semangat berprestasi para siswa," ungkap Nikmatil penuh optimisme, Jumat 26 Juni 2026.

Bukan rahasia lagi bahwa panjat tebing adalah olahraga yang menuntut kombinasi fisik yang prima dan mental yang baja. Dengan adanya fasilitas di dalam sekolah, para siswa kini memiliki kesempatan latihan yang lebih rutin, terukur, dan aman untuk mengasah kemampuan mereka menuju level kompetisi.

Panjat tebing bukan sekadar urusan mencapai puncak. Di setiap pijakan dan pegangan (hold), ada pelajaran tentang kalkulasi risiko, kemandirian, dan daya juang. Dampak positif inilah yang membidik pembentukan karakter siswa SMAN 2 Situbondo agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Saat memanjat, seorang siswa dilatih untuk mengambil keputusan cepat dalam hitungan detik, melawan rasa takut, dan bangkit lagi saat terjatuh. Di sisi lain, olahraga ini juga memupuk rasa saling percaya dan kerja sama tim (solidaritas) antara pemanjat dan belayer (orang yang mengamankan tali di bawah).

Lingkungan pendidikan yang sehat, aktif, dan produktif inilah yang ingin diciptakan lewat kolaborasi strategis antara dunia perbankan dan instansi pendidikan.

Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul

Dukungan nyata dari BRI Situbondo ini menegaskan bahwa sektor pendidikan dan olahraga adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

Branch Office Head BRI Situbondo, Ary Juwono, menekankan bahwa keterlibatan BRI dalam pembangunan wall climbing ini merupakan investasi sosial jangka panjang untuk melahirkan generasi emas yang kompetitif.

"Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi muda yang aktif, berprestasi, berkarakter, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita. BRI meyakini bahwa investasi pada dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," ujar Ary.

Kini, bola ada di tangan para siswa SMADA Situbondo. Dinding panjat baru telah berdiri kokoh, siap menjadi saksi lahirnya atlet-atlet panjat tebing berprestasi dari Bumi Sholawat Jaddah yang kelak akan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....