Sentuhan Kolaborasi BRI, Meringankan Ekonomi Masyarakat Rentan di Jember

  • 26 Jun 2026 10:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember- Suara denting es batu yang beradu dengan gelas kaca sesekali terdengar di antara obrolan ringan para pembeli. Di sebuah warung sederhana di pinggir jalan Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Bu Anis (43) tampak sibuk melayani pelanggannya. Dari usaha kecil berjualan es dan jajanan inilah, ia menyambung hidup sekaligus membesarkan ketiga buah hatinya seorang diri.

Sudah enam tahun lamanya Bu Anis memikul peran ganda sebagai kepala keluarga sekaligus ibu, sejak sang suami berpulang. Menjadi orang tua tunggal di tengah himpitan ekonomi tentu bukan perkara mudah. Penghasilannya dari berjualan sosis dan es tidak pernah menentu.

"Saya jualan sosis sama es. Suami sudah meninggal. Anak saya tiga, yang satu sudah berhenti sekolah, yang dua masih sekolah," tutur Bu Anis dengan nada suara yang tegar namun menyimpan asa yang besar.

Bagi perempuan paruh baya ini, pendapatan harian seringkali hanya cukup untuk makan hari itu juga. Ketika tahun ajaran baru tiba atau saat anak-anaknya membutuhkan buku pelajaran baru, di situlah ia harus memutar otak lebih keras.

"Yang paling berat itu biaya sekolah anak. Kalau ada kebutuhan buku atau biaya sekolah, itu yang paling terasa," ungkapnya jujur.

Titik Terang dari Program CSR

Beban berat di pundak Bu Anis sedikit terangkat ketika bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng datang menghampirinya. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Meski bantuan pangan ini tidak serta-merta menghapus seluruh tantangan ekonomi keluarganya, bagi Bu Anis, ini adalah berkah luar biasa. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan, kebutuhan dapur pokoknya sudah aman. Uang hasil jualan yang biasanya habis untuk beli beras kini bisa ia sisihkan langsung untuk tabungan sekolah anaknya.

"Saya sangat senang. Saya berdoa, semoga keluarga saya bisa dapat lagi. Bantuan itu sangat membantu keluarga dan anak-anak saya," kata Bu Anis penuh rasa syukur. Ia merasa tidak berjuang sendirian karena masih ada pihak yang peduli pada nasib rakyat kecil sepertinya.

Penyaluran bantuan ini merupakan buah dari kolaborasi apik yang digalang dari bawah. Tenaga Ahli Daerah Pemilihan (Dapil) yang terlibat dalam proses penyaluran, Along Kharisma, menjelaskan bahwa paket sembako ini lahir dari serapan aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian dijembatani melalui kemitraan dengan BRI selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bermitra dengan Komisi VI DPR RI.

"Data penerima memang menyasar masyarakat rentan. Banyak yang ekonominya terbatas dan hidup pas-pasan. Karena itu bantuan sembako ini diharapkan bisa membantu kebutuhan mereka," jelas Along.

Tidak main-main, ribuan paket sembako didistribusikan secara masif menyasar wilayah Jember dan Lumajang. Selain menyasar warga miskin dan rentan, bantuan ini juga disalurkan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir serta erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Di lapangan, Along menyaksikan sendiri bagaimana potret masyarakat lapisan bawah yang harus bekerja hari ini demi bisa makan hari ini juga. Kehadiran CSR BRI dinilai hadir di momentum yang tepat.

Sementara itu, pihak BRI menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan perwujudan visi nyata perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Manajer Operasional dan Layanan BRI Branch Office Jember, Saiftinanda Wildan Pratama, menyampaikan bahwa BRI berkomitmen penuh untuk terus hadir memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

"TJSL merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Karena itu bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat yang memang membutuhkan," tegas Wildan, Jumat 26 Juni 2026.

Melalui program TJSL ini, BRI secara konsisten menyalurkan bantuan ke berbagai sektor, termasuk jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, intervensi sosial seperti ini diharapkan mampu menjadi bantalan bagi masyarakat bawah agar tidak goyah dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Bagi keluarga rentan seperti Bu Anis, bantuan sembako tersebut mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun, kepedulian dan uluran tangan dari kolaborasi BRI ini memberikan suntikan moral dan harapan baru agar mereka tetap kuat bertahan menjalani hari demi hari demi masa depan anak-anak mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....