Inovasi Hidroponik BUMDes Seger Jaya Desa BRILian Ambulu

  • 10 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Di tengah dorongan masif pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor komoditas pokok, sebuah terobosan segar lahir dari pinggiran Kabupaten Jember. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Seger Jaya, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, memilih jalan inovatif yang tak biasa: menyulap keterbatasan waktu dan lahan menjadi hamparan hijau selada hidroponik yang bernilai ekonomi tinggi.

Langkah ini bukan sekadar urusan bisnis musiman, melainkan sebuah strategi jitu penyerapan pasar lokal yang selama ini belum terpenuhi optimal.

Berawal dari Momentum Perubahan

Perjalanan inovasi ini sejatinya dipicu oleh situasi yang menuntut kedewasaan organisasi. Pasca-pergantian kepengurusan Bumdes Seger Jaya di penghujung tahun lalu, manajemen baru yang clear secara administratif baru terbentuk penuh pada akhir Desember.

Kondisi tersebut membuat Bumdes sempat melewatkan momentum untuk menggarap sektor pertanian konvensional seperti padi atau jagung, yang membutuhkan persiapan lahan sawah dan waktu tanam yang ketat. Namun, keterbatasan itu justru melahirkan kreativitas.

"Teman-teman pengurus berinisiatif mencari terobosan. Kami mencoba mengawalinya dengan satu paket unit hidroponik selada. Sembari belajar, kami uji coba, dan ternyata hasilnya luar biasa. Respon pasar sangat bagus," ujar Penjabat (Pj) Kepala Desa Ambulu Hanas Baihaqi dikonfirmasi RRI, Rabu 10 Juni 2026.

Melihat potensi yang menjanjikan, Bumdes Seger Jaya bergerak cepat dengan menambah kapasitas produksi hingga kini mengoperasikan tiga unit hidroponik. Menariknya, seluruh hasil panen saat ini baru mampu memenuhi pasar lokal, mencerminkan betapa tingginya permintaan pasar yang belum sepenuhnya tercukupi.

"Bahkan untuk permintaan dari swalayan atau SPPG (Satuaan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sebenarnya ada, tapi kami belum bisa suplai karena barangnya selalu habis diserap pasar lokal. Permintaannya masih sangat tinggi," tambahnya.

Menuju Sentra Pemberdayaan Masyarakat

Bumdes Sekar Jaya tidak ingin tumbuh sendirian. Konsep ketahanan pangan yang diusung desa ini mengedepankan pola pemberdayaan. Target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem di mana masyarakat ikut menanam di pekarangan masing-masing dengan standar kualitas dan pendampingan teknis dari Bumdes.

Saat panen tiba, Bumdes akan bertindak sebagai off-taker atau penyerap hasil tani untuk dipasarkan secara kolektif. Selain selada, manajemen juga tengah melirik potensi produk hilirisasi seperti pangan beku (frozen food) berbasis pemberdayaan kelompok masyarakat.

"Saya selalu menekankan kepada pengurus, jangan sampai Bumdes-nya kaya, tapi tidak membuat masyarakatnya kaya. Bumdes harus berkembang, tapi ekonomi masyarakat harus ikut terangkat," tegas Pj Kades Ambulu.

Sinergi Strategis Bersama BRI

Optimisme Bumdes Seger Jaya kian menguat seiring dengan terbukanya peluang kolaborasi bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Sebagai salah satu desa yang masuk dalam radar program Desa Brilian, Ambulu berharap sinergi ini dapat segera melangkah ke tahap yang lebih konkret.

Terdapat dua skema kolaborasi strategis yang diharapkan mampu mengakselerasi inovasi ketahanan pangan ini meliputi bantuan modal, alat produksi maupun pelatihan intensif dan juga fasilitasi kredit mikro yang mudah dan murah.

Melalui komunikasi yang mulai dijalin dengan pihak BRI unit setempat, diharapkan program Desa Brilian tidak sekadar menjadi gelar, melainkan motor penggerak realisasi pertanian modern yang tangguh.

Dengan pengurus yang dinilai tangguh dan visioner, Desa Ambulu tengah mengirimkan pesan kuat: bahwa ketahanan pangan dan kesejahteraan warga bisa dimulai dari halaman rumah, dikelola dengan teknologi, dan didukung oleh sinergi perbankan yang tepat sasaran.

Komitmen Layanan Program BRI

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jember terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kluster usaha lokal. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 493 kluster usaha telah terintegrasi dalam ekosistem binaan BRI Jember.

Description: C:\Users\pemberitaan\Downloads\Code_Generated_Image (1).png

Sumber : Analisa memanfaatkan data A1

Pimpinan BRI Jember Adithya Narotama menegaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki karakteristik geografi dan komoditas yang sangat potensial, terutama dengan dominasi sektor perkebunan tembakau dan kopi di berbagai wilayah sentra.

Kluster usaha yang didampingi pun tersebar luas, mulai dari kluster jeruk di Sumboro, kluster usaha di kawasan pesisir Puger, hingga ekosistem pedagang di Pasar Tanjung.

Description: C:\Users\pemberitaan\Downloads\Code_Generated_Image (2).png

Sumber : Analisa memanfaatkan data A1

Melihat potensi besar tersebut, BRI Jember mendorong optimalisasi program Desa Brilian guna membawa manfaat (benefit) yang nyata bagi tata kelola BUMDes dan masyarakat desa.

"Jika bergabung menjadi Desa Brilian BRI, akan banyak sekali manfaat yang didapat. Kami tidak hanya menyediakan layanan digitalisasi seperti QRIS dan Agen BRILink, tetapi juga siap mendukung kebutuhan permodalan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan ekspansi," ujar Adithya.

Selain akses pembiayaan, BRI juga membuka peluang sinergi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR ini dirancang agar dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan warga desa melalui kemitraan strategis dengan BUMDes.

Untuk memastikan pendampingan di lapangan berjalan optimal, BRI Jember telah membagi wilayah kerja yang dipimpin oleh para Manajer Bisnis Mikro (MBM) yang responsif:

Melalui sinergi yang menyeluruh ini, BRI Jember berharap seluruh BUMDes di wilayah Jember dapat naik kelas, mandiri secara finansial, dan mampu menjadi pilar utama penggerak roda ekonomi dari tingkat desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....