Sentuhan Desa Brilian, BUMDes Semboro Sukses Naik Kelas

  • 29 Mei 2026 03:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Bagi masyarakat Desa Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, jeruk bukan sekadar buah biasa. Mayoritas budidaya jeruk bagi masyarakat petani setempat adalah urat nadi perekonomian, tumpuan harapan, sekaligus tantangan besar yang harus dihadapi sehari-hari.

Membudidayakan jeruk dikenal membutuhkan modal yang tidak sedikit. Bagi para petani kecil, bayang-bayang keterbatasan modal seringkali menjadi tembok pembatas untuk berkembang. Namun, cerita klasik itu perlahan berubah manis seiring hadirnya program Desa Brilian dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Program pemberdayaan ini tidak hanya menyentuh para petani secara personal, tetapi juga menjadi angin segar bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Garda Amartha Semboro. Melalui pendekatan berbasis klaster, kolaborasi ini membuka ruang-ruang kemudahan yang sebelumnya sulit dijangkau oleh masyarakat.

Kepercayaan Tinggi, Modal Tak Lagi Sulit

"Kalau masuk ke klaster itu enak, kami kayak jadi program prioritasnya BRI," ujar Listika Mei Linasari, pengurus BUMDes Semboro, saat diwawancarai RRI, Kamis (28/5/2026).

Listika mengakui bahwa modal untuk budidaya jeruk sangatlah besar. Sebelum adanya program ini, para petani kerap menemui jalan buntu dan kesulitan saat ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun kini, keberadaan klaster yang terorganisasi dengan baik, ditambah kehadiran ketua klaster yang bertanggung jawab, membuat tingkat kepercayaan BRI kepada para petani meroket tajam.

Menariknya, BUMDes Semboro kini memegang peran strategis sebagai mitra tepercaya. BRI bahkan kerap meminta rekomendasi langsung dari pihak BUMDes untuk menilai kelayakan para petani yang mengajukan bantuan permodalan.

"Kami yang ada di desa tentu lebih paham kondisi masyarakat daripada bapak ibu mantri (petugas BRI). Kerja sama model seperti inilah yang terbangun," tambahnya sembari terkekeh.

Fasilitas Melimpah, Dorong Produktivitas

Dampak positif Desa Brilian tidak berhenti pada urusan administrasi modal di pelataran bank. Saat BUMDes Semboro berhasil masuk dalam nominasi program nasional ini, kucuran fasilitas nyata langsung mengalir ke desa.

Guna mendukung kelancaran rantai pasok hasil panen, mereka mendapatkan bantuan fasilitas operasional yang luar biasa. Mulai dari alat timbangan hingga krat-krat khusus untuk mempermudah mobilisasi buah jeruk dari area perkebunan menuju gudang penyimpanan.

"Fasilitas itu sangat membantu kami. Selain jalannya dipermudah, sarana fisiknya juga kami dapatkan," ungkap Listika dengan nada bersyukur.

Inovasi Batik Jeruk: Memikat Jajaran Direksi

Geliat kemajuan di Desa Semboro ini bahkan menarik perhatian langsung dari jajaran direksi BRI Pusat. Pada tahun 2024 lalu, desa ini mendapat kunjungan kehormatan dari para pimpinan puncak bank BUMN tersebut.

Apresiasi dan antusiasme yang tinggi dari pihak direksi memicu lahirnya inovasi baru di bidang ekonomi kreatif. BUMDes dan perajin lokal ditantang untuk membuat batik khusus yang bisa dikustomisasi (custom) sesuai pesanan para direksi.

Meski dapat disesuaikan dengan keinginan pemesan, batik ini tetap mempertahankan identitas lokalnya yang unik.

"Batik kami tetap memiliki ciri khas, yaitu wajib ada motif jeruknya. Itulah yang membedakan batik kami dengan batik-batik yang lain," pungkas Listika bangga.

Jumlah Desa BRILian di Jember Kian Bertambah

Keberhasilan Desa Semboro hanyalah satu dari sekian banyak potret sukses di ujung timur Pulau Jawa. Berdasarkan data internal BRI Cabang Jember, jumlah Desa BRILian tercatat telah mencapai 39 desa selama periode 2020-2025. Memasuki medio tahun ini, tepatnya hingga April 2026, jumlah tersebut bertambah lagi sebanyak 8 Desa BRILian baru. Keseluruhan program ini dikelola secara masif oleh 34 BRI Unit dan 163 Mantri yang tersebar di 31 kecamatan di Jember.

Branch Office Head BRI Jember, Adhitya Narotama, menjelaskan bahwa program Desa BRILian merupakan langkah nyata pemberdayaan untuk mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi dan mampu tumbuh berkelanjutan.

"Ada 5 objek pemberdayaan yang difokuskan melalui program Desa BRILian, yakni Perangkat Desa, Pengurus BUMDes, BPD, Pelaku Usaha/UMKM, dan Penggiat Desa," ujar Adhitya dalam acara Gathering BUMDes Kabupaten Jember yang digelar di Lantai 3 Kantor Cabang BRI Jember, Senin (25/5/2026).

Adhitya menambahkan, melalui perpanjangan tangan AgenBRILink, BRI berupaya mendekatkan akses perbankan ke pelosok sekaligus menggerakkan potensi usaha lokal agar BUMDesa bisa naik kelas. Fokus pemberdayaan melalui AgenBRILink di Desa BRILian meliputi inklusi keuangan masyarakat, penggerak ekonomi lokal, digitalisasi bisnis, peningkatan kapasitas, pendampingan, pelatihan kewirausahaan, serta akses permodalan.

"Kehadiran AgenBRILink memudahkan warga melakukan setor atau tarik tunai, transfer, bayar tagihan listrik, PDAM, BPJS, hingga top up tanpa harus jauh-jauh ke kantor BRI. Karena AgenBRILink kerap dikelola langsung oleh pelaku UMKM atau BUMDesa, keuntungan (fee) dari transaksi tersebut otomatis menjadi roda penggerak tambahan bagi pendapatan desa," paparnya.

Melalui program Desa Brilian, BRI membuktikan bahwa pembangunan tidak harus dimulai dari kota besar. Dari ranah Semboro dan puluhan desa lainnya di Jember, kemandirian ekonomi kini bukan lagi sekadar impian di atas kertas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....