Ketulusan Relawan Jember Berbuah Ambulans Baru Dari BRI

  • 18 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Namanya Mahbub Budiono (50), Warga Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Seorang relawan sopir ambulans di Jember yang mendedikasikan hidupnya merujuk pasien menggunakan mobil pribadi selama puluhan tahun demi menyelamatkan nyawa.

Selama puluhan tahun, keterbatasan armada tidak menjadi penghalang bagi pria paruh baya itu menolong sesama.

Saat ambulans desa atau puskesmas sedang tidak tersedia, ia tanpa ragu merombak mobil mini bus keluaran tahun 2000-an pribadinya menjadi kendaraan darurat.

Kursi penumpang dilepas agar kasur pasien bisa masuk, menciptakan ruang kemudi yang dipenuhi aroma antiseptik dan kecemasan keluarga pasien.

Ia sering kali harus menerjang jalanan rusak, medan di plosok desa nan jauh, tak peduli pagi, siang, malam hingga dini hari mendatangi setiap rumah warga yang membutuhkan rujukan pasien ke rumah sakit.

Operasional mobil pribadi, mulai dari bensin hingga perawatan mesin, sering kali keluar dari kantongnya sendiri atau sumbangan para donatur Yayasan Pusat Advokasi Hukum dan HAM Indonesia Kabupaten Jember tempat Mahbub mengabdikan diri.

"Pernah saat itu pukul 2 dini hari saat puasa, saya tiba-tiba dihubungi salah satu warga Kecamatan Balung meminta bantuan ada kerabatnya yang kena serangan jantung," kata Mahbub mengisahkan pengalamannya sebagai relawan sopir ambulans.

Baginya, melihat pasien tiba di rumah sakit dengan selamat dan mendapatkan perawatan medis adalah bayaran yang tidak ternilai dengan uang.

Senyum kesembuhan dari warga miskin di pelosok desa menjadi bahan bakar utamanya untuk terus mengemudi selama puluhan tahun.

"Saat saya tiba dirumahnya, kondisi pasien sudah sangat kritis, nafasnya sudah tersengal-senggal, tanpa berfikir lagi langsung saya bawa pasien ke Rumah sakit Daerah Balung, dokter kala itu menyampaikan telat 10 menit saja nyawanya tidak tertolong," kenangnya.

Dibalik Fasilitas Negara, Menurut Mahbub, Warga pedalaman kerap tak berdaya. Minimnya informasi dan panjangnya birokrasi ambulans resmi menjadi tembok tebal bagi mereka yang butuh pertolongan cepat.

"Ambulans desa sering dipakai pasien lain, atau kadang bensinnya habis dan anggarannya belum turun. Kalau saya nunggu ambulans resmi datang bayinya bisa lahir di jalan, atau penyakitnya keburu parah. Ya sudah, pakai mobil saya saja. Sing penting nyawa ketolong dulu." Sesalnya.

Sejak 2014, pria paruh baya ini merelakan mobil pribadinya menjadi ambulans darurat. Tanpa sirine resmi, tanpa lampu rotator. Hanya bermodal lampu hazard dan klakson yang dibunyikan bertalu-talu menembus jalanan di pelosok desa demi menyelamatkan nyawa.

Bantuan Ambulans BRI Peduli, Keselamatan Pasien Lebih Terjamin

Bagi Mahbub, menerima bantuan ambulans baru dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Jember, tentu menjadi titik balik besar bagi perjuangan puluhan tahun sang relawan sopir ambulans di kecamatan Balung itu.

Terlebih, Ambulans baru yang diserahkan langsung Pimpinan BRI kantor Cabang Jember, Senin 8 Mei 2026 itu telah dilengkapi tabung oksigen, regulator, tandu otomatis (stretcher), dan gantungan infus yang memadai untuk pertolongan pertama selama perjalanan menuju RSUD dr. Soebandi atau rumah sakit milik Pemerintah daerah lainnya.

"Bantuan ini menjadi bahan bakar semangat baru agar aksi kemanusiaan yang sudah berjalan puluhan tahun ini bisa terus bertahan, bahkan menginspirasi generasi muda di Jember untuk ikut bergerak," ujar Mahbub dengan nada penuh semangat.

Perjuangan dan dedikasi kemanusiaan seorang relawan sopir ambulans di Jember seperti Pak Mahbub adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tidak mampu menghentikan niat baik untuk menyelamatkan nyawa sesama.

Menjadikan kesembuhan pasien sebagai satu-satunya bayaran tertinggi yang melampaui uang.Ketulusan puluhan tahun akhirnya mengetuk kepedulian pihak lain seperti BRI untuk hadir membantu.

CSR BRI Peduli Tunjang Kepentingan Masyarakat Luas

Sementara Pimpinan Cabang BRI Jember, Adhitya Narotama menyatakan Komitmen BRI dalam menyalurkan ambulans merupakan bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau BRI Peduli. Program ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur kesehatan dan menjangkau wilayah pelosok.

"Ini menjadi salah satu kewajiban kami untuk membantu masyarakat, kenapa mobil ambulans karena ini memang diperlukan bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas khususnya menunjang infrastruktur kesehatan yang telah ada," tegasnya.

BRI menargetkan bantuan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengakses layanan rujukan.

Bantuan disalurkan secara luas kepada berbagai institusi seperti rumah sakit, instansi kepolisian, TNI, hingga organisasi keagamaan dan kemanusiaan.

"Setiap Nasabah terutama instansi atau lembaga, yayasan atau apapun itu bisa mengajukan CSR ke BRI asalkan kepentingannya itu ditujukan bagi kepentingan masyarakat," kata Adhitya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....