Cukup KTP, Nining Kantongi 3 Sertifikat Usaha Sambal dalam Sehari
- 04 Mei 2026 18:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi — Nurkholimah Wahyuningsih tidak menyangka urusannya bisa selesai secepat itu. Perempuan yang akrab disapa Nining ini datang ke Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo, hanya berbekal KTP dan pulang membawa 3 sertifikat legalitas usaha sambalnya.
Nining mengaku hanya membawa KTP untuk mengurus sertifikat usaha sambalnya. Setelah beberapa proses pengecekan, tiga sertfikat yakni NIB, PIRT, dan Halal, sudah selesai tanpa keluar biaya sepeser pun.
"Ternyata sangat mudah dan cepat, tidak seperti yang saya bayangkan. Cuma daftar pakai KTP, diwawancara tentang produknya, lalu menunggu sebentar, langsung jadi suratnya," ujar Nining, Senin, 4 Mei 2026.
Pengalaman Nining bukan kebetulan. Ia menjadi salah satu penerima manfaat program Si Kedip Wangi atau Siaga Keliling Dampingi UMKM Banyuwangi. Program tersebut merupakan layanan pengurusan legalitas usaha gratis yang hadir langsung ke desa tanpa perlu pelaku UMKM datang ke kantor dinas.
Petugas Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi berkeliling membawa layanan NIB, PIRT, sertifikat Halal, hingga BPOM. Semua gratis dan semua jemput bola. Program ini biasa digelar bersamaan dengan kegiatan Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kemudahan itulah yang menjadi inti program. Bagi pelaku usaha kecil di desa, waktu dan biaya transportasi ke kota menjadi kendala tersendiri.
"Dengan layanan yang hadir langsung di desa, pelaku usaha bisa lebih mudah mengurus legalitas, juga menghemat waktu dan biaya," tutur Ipuk.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi Nanin Oktavianti menjelaskan, usaha yang resmi lebih dipercaya konsumen, lebih mudah mengakses permodalan, dan punya peluang masuk ke pasar yang lebih luas. Sejak 2019, program ini telah menerbitkan 2.500 sertifikat PIRT dan 22.091 sertifikat halal.
"Pendampingan tidak berhenti pada penerbitan legalitas. Kami juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, hingga fasilitasi pemasaran," ujar Nanin.
Bagi yang belum sempat mengikuti jadwal keliling, layanan tetap bisa datang langsung ke lokasi usaha minimal untuk 5 pelaku UMKM yang mendaftar bersama. Dinas juga menyediakan Pusat Layanan Kemasan untuk konsultasi desain hingga cetak, yang sudah memproduksi 43.000 kemasan dari ratusan UMKM Banyuwangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....