Ketika TdBI Serasa Tour de France
- 30 Jul 2025 21:15 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Hujan sorak-sorai menggema di sepanjang jalur lintasan, dari Taman Nasional Alas Purwo hingga pusat Kota Banyuwangi. Bendera-bendera kecil berkibar di tangan anak-anak. Warga berjejer di tepi jalan, berteriak menyemangati pebalap.
Apa yang disuguhkan disepanjang jalur, Nicolo Pettiti pembalap Swatt Club Italia, bukan sekadar sambutan tetapi pengalaman emosional yang tak terlupakan.
"Aku tak berbohong, rasanya seperti berlomba di tur dunia. Serasa Tour de France," kata Pettiti, usai menyelesaikan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025, Selasa (29/7/2025).
Pebalap asal Italia itu memang tampil memukau. Di etape yang membentang sejauh 158,8 kilometer itu, ia sukses meraih polkadot jersey sebagai King of Mountain (KOM). Namun lebih dari sekadar prestasi, Pettiti mengaku terkesima oleh atmosfer balapan yang berbeda dari yang pernah ia rasakan di negara lain.
"Semua orang di jalan bersorak kepada kami. Sungguh luar biasa, membuat balapan semakin seru," ujar pebalap berusia 22 tahun itu.
TdBI memang bukan sekadar balapan. Bagi banyak pebalap mancanegara, ajang ini telah menjadi tempat kembali sebuah destinasi yang bukan hanya menawarkan rute ekstrem, tetapi juga keramahtamahan luar biasa. Salah satunya dirasakan oleh Jeroen Meijers, pebalap asal Belanda yang membela Victoria Sports Pro Cycling (Filipina).
Meijers, peraih yellow jersey dan green jersey di etape kedua, tak ragu memuji penyelenggaraan TdBI. "Teman saya, Edgar Nieto, sudah mengikuti balapan ini sepuluh kali. Dia selalu bilang TdBI itu aman dan sangat terorganisir. Sekarang saya membuktikannya sendiri. Ini salah satu balapan favorit di Asia," ungkap Meijers.
Bagi Meijers yang sudah mengayuh pedal di berbagai negara — dari UEA, Taiwan, Estonia, Lithuania, Rumania hingga Jepang. Namun Banyuwangi memberi pengalaman berbeda. “Rutenya menantang. Pemandangannya mengesankan. Atmosfernya luar biasa. Saya akan merekomendasikan ini ke pebalap lain,” ucap Meijers.
TdBI 2025 menjadi bukti bahwa ajang olahraga internasional bukan hanya soal kompetisi, tapi juga soal pengalaman dan perasaan. Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, keberhasilan menghadirkan kesan mendalam bagi pebalap adalah buah dari partisipasi aktif warga. “Inilah kekuatan Banyuwangi. Bukan hanya indah secara alam, tapi juga kuat dalam budaya dan keramahan warganya. Kita ingin dunia mengenal sisi itu,” ujar Ipuk.
Tour de Banyuwangi Ijen kini telah menjelma lebih dari sekadar lomba balap sepeda. Ia adalah panggung internasional, tempat di mana semangat sportivitas, kekayaan budaya, dan energi masyarakat lokal bersatu menjadikan Banyuwangi, untuk sejenak, benar-benar terasa seperti panggung dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....