Gladi Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Omzet Pedagang UMKM

  • 05 Okt 2026 00:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Gladi gabungan ribuan penari menjelang pergelaran kolosal Gandrung Sewu 2026 di Stadion Diponegoro Banyuwangi turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Keramaian peserta latihan dan pendamping dimanfaatkan pelaku UMKM dengan membuka lapak makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan lainnya di sekitar stadion.

Sejak gladi gabungan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, kawasan sekitar Stadion Diponegoro dipadati pedagang yang memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung. Aktivitas tersebut memberikan tambahan peluang usaha bagi pelaku UMKM yang berjualan di lokasi latihan.

Salah seorang pedagang, Indra, mengatakan jumlah pembeli selama gladi gabungan cukup tinggi dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut membuat hasil penjualannya meningkat dan mendorong dirinya untuk kembali berjualan ketika latihan berikutnya digelar.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, dagangan saya yang terjual sangat lumayan,” ungkap Indra, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurut Indra, hasil penjualan pada hari pertama gladi gabungan cukup memuaskan. Ia berharap kegiatan serupa terus berlangsung sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi pedagang di sekitar lokasi.

Indra bersama pedagang lainnya kemudian berencana kembali membuka lapak setiap kali jadwal latihan Gandrung Sewu berlangsung. Beragam dagangan yang ditawarkan meliputi camilan, makanan berat, hingga minuman.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofik, mengatakan keberadaan pedagang di sekitar stadion menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tumbuh bersamaan dengan kegiatan seni budaya. Menurutnya, keramaian yang tercipta memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Gandrung Sewu.

“Saya menyaksikan secara langsung bagaimana kawasan Stadion Diponegoro dipenuhi pedagang kaki lima yang lihai memanfaatkan geliat keramaian warga,” kata Rofik.

Rofik menilai kegiatan budaya berskala besar seperti Gandrung Sewu tidak hanya berkaitan dengan pelestarian seni tradisi. Aktivitas tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

“Eskalasi perputaran uang di sekitar stadion tersebut terlihat sangat dinamis dan hidup,” imbuhnya.

Menurut Rofik, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu dampak yang dapat dirasakan masyarakat dari kegiatan kebudayaan. Peserta latihan dan pengunjung memperoleh akses terhadap berbagai kebutuhan, sementara pedagang mendapatkan kesempatan meningkatkan penjualan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....