Pedagang Kerupuk Bertahan di tengah Kenaikan Harga
- 03 Okt 2026 18:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pedagang kerupuk, Faisal, tetap berjualan di Pasar Glenmore, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Ia mulai berjualan sejak pukul 05.30 WIB, di tengah kenaikan harga kerupuk dari pemasok dan biaya kebutuhan usaha.
Faisal mengaku mulai berjualan kerupuk sejak sebelum Ramadan 2025. Kerupuk tersebut diperoleh dari pemasok untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.
“Kalau yang kecil-kecil, bungkusan kecil Rp7 ribu. Kalau yang agak besar Rp10 ribu. Kalau yang utuh satu kilogram Rp32 ribu,” kata Faisal, Sabtu, 3 Oktober 2026
Menurutnya, omzet penjualan setiap hari tidak selalu sama, bergantung pada banyaknya dagangan yang terjual. Dalam sehari, omzetnya bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Dagangan yang dibawa juga biasanya habis terjual.
Namun, Faisal mengatakan kondisi perdagangan saat ini cukup sulit. Harga kerupuk dari pabrik mengalami kenaikan, sementara biaya bahan pendukung seperti plastik juga ikut meningkat.
“Kalau sekarang agak sulit,. Harga kerupuk dari pabrik sebenarnya sudah naik. Habis Lebaran itu semuanya naik,” ujarnya.
Meski biaya yang dikeluarkan semakin besar, Faisal belum langsung menaikkan harga jual. Ia memilih tetap berjualan dengan harga yang masih dapat dijangkau pembeli agar usahanya tetap berjalan.
“Baru mau menaikkan harga, masih belum bisa. Yang penting ini jalan dulu,” katanya.
Faisal berharap kondisi ekonomi ke depan dapat lebih baik bagi pedagang kecil. Ia berharap pendapatan masyarakat meningkat dan harga kebutuhan pokok lebih terkendali, sehingga aktivitas perdagangan masyarakat kecil tetap berjalan.
“Penghasilan bisa tambah, apa-apa bisa turun, bahan pokok. Ya perdagangan enak, masyarakat kecil biar enak,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....