Batik Pocangan Hadirkan Motif Khas, Dorong UMKM Naik Kelas

  • 03 Okt 2026 18:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Batik Pocangan di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, terus mengembangkan produk batik dengan mengandalkan kekuatan motif dan permainan warna yang khas. Dirintis melalui upaya pemberdayaan masyarakat sekitar sejak 2019, usaha yang dikelola Anis Sulalah tersebut kini mampu melibatkan sekitar 20 tenaga kerja dan menerima pesanan hingga sekitar Rp80 juta-Rp100 juta per bulan.

Menariknya, di balik aktivitasnya sebagai pelaku UMKM, Anis juga berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember.Kesibukan sebagai tenaga kesehatan tidak menghalanginya untuk terus mengembangkan Batik Pocangan dan membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam proses produksi.

Anis mengatakan, Batik Pocangan memiliki karakter tersendiri melalui corak dan warna yang dibuat berbeda dari produk batik lainnya. Salah satu motif yang menjadi unggulan adalah Bako Sunduk, yang menjadi bagian dari identitas dan kekayaan motif Batik Pocangan.

“Kami terus mencoba membuat corak dan warna yang berbeda. Alhamdulillah, Batik Pocangan mendapat kepercayaan dari sejumlah desainer dan produknya juga sudah sampai ke berbagai negara,” ujar Anis Jumat 2 Oktober 2026

Sejumlah desainer yang pernah menggandeng Batik Pocangan di antaranya Bubah Alfian, Ivan Fanany, Davin Moe, Rony Parero, Eko Purwanto, Irham, dan Dhamir Sidiq Afsan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Batik Pocangan memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan karya batik Jember di lingkungan fesyen yang lebih luas.

Produk Batik Pocangan juga telah sampai ke sejumlah negara, seperti Jepang, Cina, Malaysia, dan Paris, Prancis, serta kini menjangkau Los Angeles, Amerika Serikat. Anis menegaskan, pencapaian tersebut belum dalam bentuk kegiatan ekspor resmi, melainkan produk yang dibawa atau digunakan hingga ke berbagai negara.

Selain digunakan untuk kebutuhan fashion Batik Pocangan juga telah terlibat dalam sejumlah kegiatan dan ajang pemilihan figur publik, antara lain pemilihan Gus dan Ning, Raka-Raki, Puteri Indonesia, hingga Miss Charm. Penggunaan produk dalam berbagai kegiatan tersebut turut membuka kesempatan bagi Batik Pocangan untuk dikenal oleh masyarakat di luar Jember.

Dari sisi harga, produk Batik Pocangan ditawarkan dengan kisaran mulai Rp 175.000ribu hingga Rp. 5.000.000juta. Perbedaan harga disesuaikan dengan bahan, motif, tingkat kerumitan pengerjaan, serta jenis produk yang dibuat.

Perjalanan Batik Pocangan tidak terlepas dari semangat Anis untuk memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar. Keterlibatan sekitar 20 tenaga kerja menjadi bagian penting dari keberadaan usaha tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa UMKM berbasis budaya dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan pesanan yang terus mengalir hampir setiap hari dan nilai pesanan yang mencapai sekitar Rp80 juta-Rp100 juta per bulan, Batik Pocangan terus berupaya menjaga kualitas sekaligus melakukan inovasi. Pengembangan motif dan warna dilakukan agar batik tetap memiliki karakter khas, namun mampu mengikuti perkembangan dunia fashion.

Bagi Anis, perjalanan Batik Pocangan menjadi bukti bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi ketika dikelola secara konsisten dan melibatkan masyarakat. Dari Sukowono, karya batik terus diperkenalkan melalui jejaring desainer dan berbagai kegiatan fashion hingga menjangkau masyarakat di luar negeri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....