Inovasi Canting Kayu Bondowoso Tembus Pasar Nasional

  • 02 Okt 2026 18:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi pembatik lokal Kabupaten Bondowoso untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi. Andriyanto, pengrajin sekaligus pemilik Home Industry Ijen Batik di Kecamatan Jambesari Darus Sholah, meluncurkan inovasi canting cap berbahan kayu dengan tingkat ketelitian yang diklaim mendekati hasil cap tembaga.

Ditemui di kediamannya di Dusun Angsanah, Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Jumat 2 Oktober 2026, Andriyanto mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kelemahan canting cap kayu yang selama ini menghasilkan garis reng-rengan motif relatif tebal dan kurang proporsional.

Melalui proses pengembangan yang dilakukan secara tekun, desainer muda yang kerap meraih prestasi dalam berbagai ajang kejuaraan batik tingkat Jawa Timur tersebut berhasil membuat garis outline motif pada cap kayu dengan ketebalan sekitar 1 hingga 2 milimeter.

"Canting cap kayu sebenarnya sudah lama ada di industri ini, tapi untuk yang hasil akhir outline-nya bisa sepresisi dan setipis tembaga, insyaAllah karya Rumah Ijen ini yang pertama di Indonesia," ungkap Andriyanto saat dikonfirmasi, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, dari sisi performa, hasil cetakan kain batik menggunakan canting cap kayu tersebut tetap konsisten dan rapi. Ketahanan alat juga telah diuji saat digunakan untuk memenuhi pesanan sebanyak 1.100 lembar kain batik pada Mei 2026.

Selain ketelitian hasil cetakan, inovasi tersebut menawarkan efisiensi dari sisi biaya produksi. Harga pembuatan canting cap kayu disebut dapat menghemat anggaran hingga lebih dari 10 kali lipat dibandingkan dengan pembuatan stempel cap berbahan tembaga.

Meski menggunakan alat yang lebih terjangkau, kain batik yang dihasilkan tetap memiliki nilai jual dan kualitas yang bersaing. Produk kain batik dari canting cap kayu tersebut dibanderol mulai sekitar Rp50 ribuan per lembar, dengan penggunaannya tetap menyesuaikan kebutuhan dan minat konsumen.

Sebelum mengembangkan canting cap kayu, Andriyanto telah memiliki rekam jejak dalam pengembangan motif dan produk batik. Pemuda asal Jambesari tersebut pernah meraih juara dalam sejumlah lomba cipta motif batik di beberapa kabupaten di Jawa Timur melalui karya yang mengangkat motif dan kearifan lokal.

Produk olahannya juga telah menghiasi berbagai ajang fashion dan pameran, khususnya melalui karya batik tulis abstrak yang mengedepankan nilai seni.

Kini, inovasi canting cap kayu tersebut telah dibuka untuk umum dan dapat dipesan oleh pelaku UMKM batik dari berbagai daerah di Indonesia. Inovasi itu diharapkan dapat menjadi alternatif alat produksi yang lebih ekonomis tanpa mengesampingkan kualitas hasil batik.

"Pemasaran produk kain dari canting cap kayu ini sendiri sudah menjangkau luar pulau, seperti kiriman pesanan ke wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....