Resign Jadi Guru, Mauliddha Kembangkan Usaha Kuliner Pedesanmoo
- 31 Agt 2026 20:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Jember -Mauliddha Aulia Martha, mantan guru honorer dan pelatih gym asal Ambulu, Kabupaten Jember, kini memilih menekuni dunia UMKM dengan mengembangkan usaha kuliner Pedesanmoo. Usaha yang menjual menu pedesan dan lumpia ayam tersebut sebelumnya dijalankan secara online selama satu tahun, sebelum akhirnya membuka penjualan secara offline sejak dua bulan terakhir.
Mauliddha mengatakan, sebelum membuka usaha secara offline, Pedesanmoo dijalankan dengan sistem cash on delivery (COD). Setelah mendapatkan dukungan dari investor, ia kemudian memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan membuka tempat berjualan secara langsung.
“Kalau untuk offline-nya baru dua bulan ini, tapi kalau online sudah setahun. Dulu saya melakukan COD, kemudian alhamdulillah mendapatkan investor sehingga saya bisa membuka secara offline,” ujar Mauliddha saat ditemui di Rri jember, Senin 31 Agustus 2026.
Pedesanmoo saat ini berlokasi di depan Kimia Farma Ambulu. Produk yang ditawarkan memiliki harga mulai Rp12 ribu hingga Rp20 ribu. Meski baru berjalan sekitar dua bulan secara offline, usaha tersebut mulai memberikan hasil dengan omzet sekitar Rp5 juta per bulan.
Menurut Mauliddha, angka tersebut masih berada di bawah target omzet yang ingin dicapai, yakni sekitar Rp9 juta per bulan. Ia berharap Pedesanmoo dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, khususnya di wilayah Ambulu dan sekitarnya.
Dalam menjalankan usaha, Mauliddha mengaku merasakan suka dan duka. Ia bersyukur ketika omzet meningkat dan produknya diterima serta diminati pelanggan. Namun, ia juga harus menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas bahan dan ketersediaan menu.
“Kalau sukanya ya pasti omzet banyak dan customer suka, diterima dan diminati sama customer. Dukanya, saya lumayan pilih-pilih untuk bumbu. Kalau bumbunya menurut saya sudah tidak fresh, meskipun masih banyak atau tinggal sedikit, akan saya buang. Menurut saya, kalau saya saja tidak mau makan, apalagi orang lain,” tuturnya.
Selain itu, Mauliddha menyebut ketersediaan ceker juga menjadi kendala. Bahan tersebut dinilai lebih sulit diperoleh dibandingkan jenis daging lainnya, sehingga terkadang ia tidak mendapatkan stok yang cukup. Kondisi itu membuat sejumlah pelanggan kecewa karena menu ceker tidak tersedia di stan.
Mauliddha juga berharap perhatian terhadap pelaku UMKM lokal dapat terus ditingkatkan. Ia mendorong pemerintah agar memberikan dukungan secara merata kepada pelaku usaha, terutama UMKM yang mengembangkan produk lokal.
“Harapannya UMKM lebih dilihat, terutama produk-produk lokal. Semoga pemerintah jember bisa melihat semua arah, tidak hanya satu atau beberapa arah saja, tetapi bisa menyeluruh,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....