Rahasia Sukses Bisnis Couplepreneur Brownies Kalingga
- 29 Agt 2026 18:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Menjalankan usaha bersama pasangan atau couplepreneur membutuhkan komitmen, komunikasi yang baik, serta pembagian peran yang jelas agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan pasangan suami istri pemilik Brownies Kalingga, Irwandhani dan Ruslin Winarsih, dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Jember bertajuk “Couplepreneur” pada Senin (24/8/2026).
Irwandhani mengisahkan, usaha Brownies Kalingga bermula pada 2014 ketika dirinya mencari aktivitas produktif bagi sang istri yang saat itu berencana mengundurkan diri dari pekerjaannya di salah satu bank swasta. Berbekal semangat belajar secara mandiri, keduanya mulai merintis usaha kuliner dari rumah dengan mencoba berbagai resep brownies.
“Awalnya kami otodidak. Saya coba-coba resep dan berpikir setelah istri resign nanti kegiatannya apa,” ujar Irwandhani.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan membangun bisnis bersama pasangan adalah saling percaya dan memberikan ruang bagi masing-masing untuk menjalankan peran yang telah disepakati. Dalam operasional Brownies Kalingga, Irwandhani lebih banyak berfokus pada pengembangan produk dan inovasi resep, sementara Ruslin menangani aktivitas bisnis sehari-hari, termasuk pemasaran dan pengelolaan usaha.
Ia menilai pembagian tugas yang jelas mampu meminimalkan konflik sekaligus membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih efektif. Dengan demikian, urusan rumah tangga tidak mengganggu profesionalisme dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Ruslin Winarsih mengakui bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam bisnis keluarga. Namun, setiap persoalan harus diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan usaha dan mengesampingkan ego pribadi.
Menurut Ruslin, pengelolaan keuangan menjadi aspek paling penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Ia menegaskan bahwa keuangan rumah tangga dan usaha harus dipisahkan secara tegas agar arus kas dapat terkontrol dengan baik.
“Uang rumah tangga dan uang usaha harus dipisah. Rekening usaha sendiri, rekening rumah tangga sendiri,” tegasnya.
Selain menjaga disiplin keuangan, pasangan ini juga terus melakukan inovasi untuk mempertahankan daya saing produk di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Dari usaha rumahan berbasis pesanan, Brownies Kalingga berhasil berkembang dengan menghadirkan berbagai produk khas Jember, termasuk inovasi stick brownies yang lahir dari pengamatan terhadap tren oleh-oleh modern.
Menurut mereka, kemampuan membaca kebutuhan pasar dan keberanian mencoba ide baru menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan usaha. Inovasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menutup dialog, Irwandhani berpesan kepada para pelaku UMKM, khususnya generasi muda, agar tidak takut memulai usaha maupun menghadapi kegagalan. Ia menilai pengalaman gagal justru menjadi bagian penting dalam proses belajar menuju kesuksesan.
“Jangan takut mencoba. Gagal itu biasa. Yang penting jangan pernah takut untuk memulai dan terus belajar dari setiap proses yang dijalani,” pesannya.
Melalui pengalaman membangun Brownies Kalingga, pasangan tersebut berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani berinovasi, menjaga profesionalisme dalam pengelolaan usaha, serta membangun kolaborasi yang sehat dalam keluarga untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....