Cireng Homemade Jadi Menu Best Seller di Cafe Jember

  • 18 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Cireng yang selama ini dikenal sebagai jajanan sederhana berbahan tepung tapioka kini tak hanya mudah ditemukan di pedagang kaki lima. Di Jember, camilan khas Sunda tersebut juga hadir sebagai menu di kafe, salah satunya Dekatsini Coffee & Eatery di Jalan Mastrip. Cireng homemade menjadi salah satu menu best seller untuk kudapan, disajikan bersama bumbu petis sebagai cocolan dan dapat dipesan sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan.

Cireng dibuat dari bahan dasar tepung tapioka atau aci yang kemudian diolah dengan bumbu sebelum digoreng. Bahan yang sederhana membuat makanan ini relatif mudah dibuat di rumah, tetapi cita rasa gurih dan teksturnya yang khas membuat cireng tetap memiliki banyak penggemar.

Mengutip Fimela dalam artikel yang diterbitkan pada 7 November 2023, cireng merupakan jajanan khas Sunda yang mulai dikenal sejak era 1980-an. Jajanan berbahan aci ini banyak dijual oleh pedagang kaki lima di wilayah Priangan. Meski tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuatnya, cireng kemudian semakin dikenal dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Seiring waktu, cireng mengalami berbagai perkembangan. Jika dahulu lebih identik sebagai jajanan kaki lima, kini cireng dapat ditemukan dalam beragam bentuk dan penyajian, termasuk menjadi salah satu pilihan kudapan di kafe. Kehadirannya menunjukkan bahwa makanan tradisional dengan bahan sederhana tetap dapat mengikuti selera dan kebiasaan kuliner masa kini.

Salah satunya dapat ditemui di Dekatsini Coffee & Eatery, Jalan Mastrip, Jember. Cireng di tempat tersebut dibuat sendiri secara homemade, bukan menggunakan produk siap masak yang banyak dijual di toko makanan beku.

Owner Dekatsini Coffee & Eatery, Ridho, mengatakan cireng yang disajikan dibuat secara homemade untuk menjaga karakter menu yang ditawarkan kepada pengunjung, Sabtu (08/08/2026).

“Cireng dibuat homemade, bukan buatan pabrik yang dijual di toko frozen food,” ujar Ridho.

Untuk menambah cita rasa, cireng disajikan bersama bumbu petis sebagai cocolan. Pengunjung juga dapat request tingkat kepedasan sesuai selera, sehingga rasa gurih dari cireng dapat dipadukan dengan sensasi pedas yang diinginkan.

Pilihan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati cireng dengan rasa yang tidak terlalu rumit, tetapi tetap memiliki ciri khas. Bumbu petis yang menjadi pendamping juga memberikan perpaduan rasa gurih dan manis yang melengkapi tekstur cireng.

Salah satu pengunjung, Kiki, menilai cireng yang disajikan memiliki rasa gurih dan enak. Menurutnya, kekentalan bumbu petis juga pas sehingga mudah dinikmati sebagai cocolan.

“Cirengnya gurih dan enak, apalagi bumbu petisnya tidak terlalu kental dan encer. Pas semua,” kata Kiki.

Popularitas cireng di kafe menjadi gambaran bahwa kudapan sederhana tetap memiliki ruang di tengah banyaknya pilihan makanan kekinian. Pengolahan homemade, pilihan tingkat kepedasan, serta bumbu petis sebagai pendamping membuat cireng dapat disajikan dengan konsep yang lebih sesuai untuk tempat nongkrong tanpa kehilangan karakter aslinya.

Dari jajanan sederhana berbahan tepung hingga menjadi salah satu menu best seller di kafe, cireng menunjukkan bahwa makanan yang dekat dengan keseharian tetap bisa memiliki daya tarik tersendiri. Cireng pun membuktikan bahwa makanan sederhana berbahan tepung bisa masuk kafe dan tetap digemari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....