Pantang Menyerah, Ibu Siti Aisyah 30 Tahun Jual Lontong di Jember

  • 06 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, JEMBER – Di usianya yang telah menginjak 70 tahun, semangat Ibu Siti Aisyah untuk tetap mandiri tak pernah padam.

Warga asal Rambipuji ini tetap setia menyusuri berbagai sudut kota Jember demi menjajakan dagangan kuliner sederhananya.

Setiap hari, langkah kaki Ibu Siti Aisyah tak pernah absen mendatangi sejumlah lokasi pelayanan publik dan instansi di Jember.

Mulai area Puskesmas Sumbesari, Kantor LPP RRI Jember, Kantor Imigrasi, Perpustakaan Daerah, hingga area Satlantas Polres Jember.

Dengan membawa keranjang berisi lontong, tahu, kacang, pisang, hingga ayam panggang,

ia menyapa para pelanggan dan pegawai kantor dengan ramah. Makanan dagangannya kerap menjadi pilihan favorit untuk mengganjal perut di tengah kesibukan kerja.

Bagi Ibu Siti Aisyah, pilihan untuk terus berjualan di usia senja bukan semata-mata karena mengejar materi, melainkan sebagai bentuk terapi agar tubuhnya tetap sehat dan produktif.

Menurutnya, berdiam diri tanpa beraktivitas justru sering membuat badan terasa kaku dan gampang terserang penyakit.

"Daripada hanya diam di rumah atau tidur-tiduran yang justru membuat badan terasa sakit, lebih baik bergerak dan berdagang.

Yang penting hasilnya halal untuk kebutuhan makan sehari-hari," ungkap Ibu Siti Aisyah saat diwawancarai di halaman depan kantor LPP RRI Jember, Rabu 5 Agustus 2026.

Sudah lebih dari 30 tahun profesi ini ia jalani. Rutinitasnya didampingi oleh sang suami, Pak Satiman (75), seorang mantan pengayuh becak yang kini setia mengantar dan menjemputnya. Perjuangan panjang berjualan lontong selama tiga dekade ini membuahkan hasil manis.

Dari ketekunannya, Ibu Siti Aisyah berhasil membiayai sekolah ketigga anak laki-lakinya hingga lulus jenjang SMA.

Kini, ketiga anaknya telah berkeluarga dan bekerja mandiri di berbagai daerah.

Kendati anak-anaknya telah mandiri dan sering mengimbau agar sang ibu beristirahat di rumah, Ibu Siti Aisyah tetap memilih berjualan. Bagi dirinya, berdagang bukan sekedar mencari nafkah, melainkan sarana untuk tetap sehat, bersilaturahmi, dan menjaga semangat hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....