Perajin Tahu Keluhkan Tingginya Harga Kedelai

  • 04 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Perajin tahu di Banyuwangi mengeluhkan tingginya harga kedelai impor yang terus naik dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat keuntungan usaha mereka semakin menipis.

Salah satu perajin tahu di Kelurahan Penatigan, Banyuwangi, Nurul Hakim, mengatakan harga kedelai saat ini telah mencapai Rp10.500 per kilogram. Padahal pada Desember 2025 lalu, harga kedelai masih berada di kisaran Rp8.500 per kilogram.

“Dampaknya besar sekali. Harga kedelai dalam lima bulan terakhir ini sudah naik Rp2 ribu per kilogram,” kata Hakim, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Hakim, kenaikan harga kedelai dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat karena sebagian besar kedelai yang digunakan perajin tahu masih berasal dari impor.

Kondisi tersebut membuat para perajin kesulitan menaikkan harga jual tahu karena khawatir pelanggan berkurang. Akibatnya, sebagian perajin memilih memperkecil ukuran tahu untuk menekan biaya produksi.

“Harga bahan baku naik. Tapi tidak mungkin saya naikkan harga jual. Paling bisanya mengecilkan ukuran tahu,” ujarnya.

Dalam sehari, usaha milik Hakim memproduksi sekitar 5.500 potong tahu dengan kebutuhan bahan baku sekitar 1,25 kuintal kedelai.

Selain harga kedelai, biaya operasional lain seperti listrik juga mengalami kenaikan sehingga semakin membebani usaha kecil pengolahan tahu.

“Biasanya listrik saya satu bulan Rp1,2 juta, sekarang jadi Rp1,7 juta,” katanya.

Hakim berharap harga kedelai dapat kembali stabil agar usaha tahu rakyat tetap bertahan di tengah tingginya biaya produksi dan ketatnya persaingan usaha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....