Jember Creative Center, Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Kekuatan Seni
- 26 Mei 2026 14:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di tengah pesatnya era digitalisasi, seni tidak lagi dipandang sekadar sebagai media hiburan, melainkan instrumen vital dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif di Kabupaten Jember. Hal ini menjadi topik utama dalam diskusi Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) di Pro 1 RRI Jember, Senin, 25 Mei 2026, yang menghadirkan para pegiat seni dari Jember Creative Center guna membahas strategi memperkuat ekosistem kreatif daerah.
Wisnu Saga dari subsektor seni pertunjukan menekankan bahwa setiap karya harus memiliki nilai tambah agar mampu bertahan di industri yang kompetitif. Ia meyakini bahwa pengemasan yang matang merupakan kunci utama dalam menciptakan value ekonomi bagi para seniman. "Semua yang baik, kita di luar panggung ataupun di atas panggung, harus menunjukkan perform yang bagus agar punya nilai ekonomi," ujar Wisnu saat membahas relevansi filosofi Ajining Diri Soko Busono dalam dunia kreatif.
Di bidang perfilman, Bayu Pradana melalui wadah Layar Siswa fokus pada pengembangan ekosistem kreatif dari akar rumput. Ia berupaya memperkenalkan seni peran sejak dini kepada kalangan pelajar sebagai langkah investasi agar mereka memiliki arah profesional yang jelas. Ia optimis bahwa melalui kolaborasi lintas komunitas, Kabupaten Jember memiliki potensi untuk menjadi kota percontohan dalam industri film yang berkarakter dan berakar pada budaya lokal.
Sementara itu, Anggara Wijayanto selaku penggiat seni dari Sanggar Mandala Kertawijaya menegaskan bahwa sanggar seni berperan krusial sebagai penjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Ia mengajak seluruh pelaku seni untuk bersatu dalam mengemas kearifan lokal agar menjadi daya tarik yang bernilai bagi wisatawan. Hal senada disampaikan Widiartomo dari Nostalgic Song Community (NSC), yang membuktikan bahwa musik lawas masih memiliki pasar yang kuat dan mampu memberdayakan sektor UMKM di setiap gelaran acaranya.
Meski potensi yang dimiliki sangat besar, para pegiat seni ini sepakat bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun budaya apresiasi masyarakat terhadap karya musik, film, dan tari lokal. "Apresiasi ini adalah kunci. Ini adalah tugas besar yang harus kita bangun bersama," tegas Widiartomo. Dengan kolaborasi yang solid dan dukungan dari berbagai pihak, para pelaku seni ini berharap Kabupaten Jember dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif yang tangguh serta mampu mengangkat martabat budaya daerah ke kancah nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....