Souvenir Murah Bondowoso, Omzet Tembus Puluhan Juta
- 24 Mar 2026 17:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Kerja keras dan keberanian mengambil risiko mengantarkan Sri Welas Asih (35), pemilik usaha Souvenir Murah Bondowoso, meraih kesuksesan dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Usaha yang dirintis sejak 2016 ini bermula dari kebutuhan biaya kuliah hingga berkembang menjadi bisnis suvenir berbasis pemasaran digital.
Wanita kelahiran 26 Juni 1991 yang akrab disapa Kasih itu mengawali usahanya saat masih menempuh pendidikan di IKIP PGRI jurusan Matematika kelas jauh. Saat itu, ia menjalani berbagai pekerjaan sekaligus, mulai dari penyiar radio, admin studio foto, hingga guru sukwan di salah satu madrasah.
Peluang usaha muncul ketika Kasih melihat temannya memproduksi bros pita, namun kesulitan dalam pemasaran. Ia kemudian membantu menjualkan produk tersebut melalui Facebook dan blog, meski penjualannya belum signifikan.
Memasuki 2016, Kasih mulai memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Strategi ini membuahkan hasil, dengan pesanan yang terus meningkat hingga menghasilkan pendapatan jutaan rupiah per bulan. Untuk memenuhi permintaan, ia pun belajar memproduksi bros sendiri.
“Sebab kalau di Shopee ada batas waktu pengiriman, kalau lewat bisa kena penalti atau penutupan akun. Jadi sistem pre-order (PO) tidak boleh lama-lama,” ujar Kasih saat ditemui di sela mengerjakan pesanan parsel Lebaran.
Pesanan terus berkembang, termasuk suvenir pernikahan yang pertama kali dipesan rekannya dengan harga Rp5 ribu per buah. Produk tersebut kemudian dipromosikan di media sosial dan mendapat respons positif dari pasar.
Melihat potensi tersebut, Kasih mendapat dukungan penuh dari keluarga, termasuk ibu mertua dan suaminya yang memiliki keahlian desain undangan. Demi mengembangkan usaha, ia bahkan menjual seluruh perhiasan, termasuk mahar pernikahannya, sebagai modal awal sebesar Rp10 juta.
“Saya izin ke ibu mertua, dan beliau meyakinkan saya pasti bisa. Suami juga sangat mendukung,” tutur Kasih.
Modal tersebut digunakan secara cermat, termasuk untuk mencari pemasok bahan baku dengan harga terbaik. Ia melakukan survei hingga menemukan pemasok mika di Jakarta dengan harga Rp1.200 per buah, lebih murah dari harga pasar.
Perjalanan usaha Kasih tidak selalu mulus. Pada 2020, ia sempat mengalami kerugian hingga Rp13 juta akibat penipuan saat memesan produk dompet batik premium dari Bandung.
“Sudah saya bayar lunas, tapi barang tak kunjung datang dan orangnya tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.
Tak ingin terpuruk, Kasih bersama suaminya memutuskan memproduksi sendiri produk tersebut setelah mempelajari bahan dan perhitungan biaya.
“Ternyata bisa,” ujarnya singkat.
Untuk fokus mengembangkan bisnis, Kasih rela melepas karier mengajar dan tidak melanjutkan sidang akhir kuliahnya. Keputusan itu diambil karena ia ingin memaksimalkan peluang usaha yang sedang berkembang pesat.
Kini, usaha Souvenir Murah Bondowoso telah memiliki empat karyawan tetap dan dua tenaga lepas. Selain itu, tersedia tiga gudang di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, yang difungsikan sebagai rumah produksi, gudang, dan showroom.
Dengan strategi pemasaran digital melalui TikTok, Instagram, dan Facebook, omzet usaha Kasih kini mencapai sekitar Rp30 juta per bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....