Gandrung Sewu 2025 Catat Perputaran Ekonomi Rp.85 Miliar
- 01 Nov 2025 21:41 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Festival Gandrung Sewu 2025 tidak hanya memukau puluhan ribu penonton, tetapi juga mencetak rekor baru dalam dampak ekonomi lokal. Berdasarkan data resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, total perputaran ekonomi selama rangkaian kegiatan mencapai Rp 8,5 miliar, meningkat 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 7,9 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, (bisa ditambahkan nama bila tersedia), menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terutama didorong oleh tingginya transaksi sektor riil dari belanja pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, 23–25 Oktober 2025, di kawasan Pantai Marina Boom.
“Gandrung Sewu bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Perputaran uang yang besar menunjukkan sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif berjalan efektif,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, sekitar 50.000 pengunjung menghadiri berbagai kegiatan, dengan keterlibatan 200 pelaku UMKM yang mencatatkan transaksi hingga Rp 2,88 miliar.
Salah satu pedagang, Selvi, mengaku omzet jualannya meningkat dua kali lipat.
“Alhamdulillah, hari ini bisa tembus Rp 2 juta, biasanya paling Rp 1 juta. Event ini benar-benar membawa berkah,” ujarnya.
Peningkatan serupa juga dirasakan pelaku kuliner lainnya. Ulah, pedagang es teler, mengatakan Gandrung Sewu memberi panggung besar bagi UMKM untuk bangkit. “Omzet naik berkali-kali lipat. Kami berterima kasih Banyuwangi konsisten menggelar acara seperti ini,” katanya.
Sektor akomodasi dan perhotelan turut merasakan dampak signifikan. Tingkat hunian hotel dan homestay mencapai 100 persen dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,175 miliar.
“Okupansi kami sudah penuh sejak tanggal 23 Oktober, dan pada puncak acara mencapai 100 persen,” ujar Suwito, Sales Executive Illira Hotel Banyuwangi.
Hal senada disampaikan Ahmad Junaidi, Assistant Sales Manager Kokoon Hotel Banyuwangi. “Selama Gandrung Sewu, okupansi kami penuh. Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang terus mendukung event dengan efek ekonomi besar ini,” katanya.
Selain itu, sektor kuliner dan pusat oleh-oleh mencatatkan peningkatan omzet hingga 100 persen, menyumbang sekitar Rp 750 juta.
Edwin Junianto, Manajer Pusat Oleh-oleh Osing Deles, menyebutkan pendapatannya meningkat 40 persen. “Pengunjung memborong produk khas Banyuwangi untuk buah tangan. Event ini benar-benar berdampak positif,” ujarnya.
Pemilik Ajeg Resto dan Langgeng Kitchen, Ari Santi Marhaeni, juga melaporkan kenaikan pengunjung hingga 40 persen. “Kunjungan meningkat, terutama dari tamu luar kota sebelum dan sesudah acara berlangsung,” tuturnya.
Event ini juga memberdayakan sekitar 2.500 pelaku seni dan tenaga kerja lokal, dengan dukungan swadaya peserta senilai Rp 1,147 miliar serta anggaran produksi Rp 870 juta. Pendapatan tambahan juga tercatat dari parkir antara Rp 50–80 juta dan tiket masuk Pantai Marina Boom sebesar Rp 121 juta.
Dengan capaian total Rp 8,5 miliar, Festival Gandrung Sewu 2025 menegaskan posisinya sebagai agenda budaya unggulan nasional yang menggabungkan pelestarian tradisi dengan pembangunan ekonomi kreatif. Banyuwangi sekali lagi menunjukkan bagaimana pariwisata dan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....