Tekuni Usaha Bikang Mawar dengan Ketekunan dan Cinta

  • 11 Okt 2025 13:53 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Di balik cantiknya kue Bikang Mawar karya Mbk Rina, ternyata tersimpan perjuangan dan proses yang tidak semudah yang dibayangkan. Sejak tahun 2018, perempuan yang akrab disapa Mbk Rina ini menekuni pembuatan Bikang Mawar bermula dari hobi, lalu berkembang menjadi usaha rumahan yang kini dikenal banyak orang.

Awalnya, ia hanya iseng membuat Bikang Mawar dan mengunggah hasilnya di status WhatsApp. Namun tanpa disangka, banyak teman dan tetangga yang tertarik dan mulai memesan. Pesanan pun berdatangan, membuat Mbk Rina semakin serius menekuni usaha ini.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan Bikang Mawar membutuhkan ketelatenan tinggi. Mulai dari pengadonan, pemilihan rasa, pengaturan api, hingga membentuk kelopak mawar satu per satu, semuanya dikerjakan dengan penuh perhatian. Menjaga tekstur yang mekar sempurna tanpa gosong bukanlah hal mudah.

“Orang lihat hasilnya cantik, tapi bikin Bikang Mawar itu butuh kesabaran. Salah sedikit di adonan atau api bisa gagal,” ujar Mbk Rina.

Harga yang ditawarkan mulai Rp2.500 per biji, tergantung rasa dan pesanan. Ia menyediakan berbagai varian seperti cokelat, pandan, taro, velvet, dan rasa lainnya sesuai permintaan pelanggan. Meski berbahan sederhana, kualitas tetap yang utama.

Tantangan lain yang dihadapi Mbk Rina adalah menjaga konsistensi rasa, memenuhi pesanan dalam jumlah banyak, serta membagi waktu antara usaha dan keluarga. Tak jarang ia harus begadang demi memastikan pesanan selesai tepat waktu.

Namun semua usaha itu tidak sia-sia. Kini Bikang Mawar Mbk Rina dikenal karena bentuknya yang rapi, warna menarik, dan cita rasa yang lembut. Pelanggan datang dari berbagai kalangan, baik untuk konsumsi harian, acara arisan, syukuran, hingga pesanan khusus.

Beralamatkan di Jln.Panjaitan 8 no 88a kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Baginya, usaha ini bukan hanya soal menjual kue, tetapi bagian dari kecintaan pada tradisi kuliner dan tekad untuk mandiri secara ekonomi.

“Selama ada kemauan dan usaha, pasti ada jalan. Capek iya, tapi kalau lihat orang senang makan hasil buatan kita, semua terbayar,” tuturnya.

Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Mbk Rina membuktikan bahwa bisnis rumahan pun bisa berkembang asal dijalani dengan kesungguhan. Bikang Mawar bukan sekadar kue, tapi simbol kerja keras dan kreativitas seorang perempuan yang tak menyerah pada proses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....