Produksi Ikan Asin Muncar Menurun Akibat Bahan Baku
- 16 Jun 2025 20:49 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Produksi ikan asin di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Penyebab utamanya adalah sulitnya bahan baku ikan segar, imbas dari menurunnya hasil tangkapan nelayan setempat sejak beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini terlihat jelas di salah satu sentar pembuatan ikan asin di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo. Biasanya kawasan ini dipenuhi dengan nampan-nampan berisi ikan yang dijemur, namun kini tampak lengang, banyak pengasin terpaksa menghentikan produksi karena tidak memiliki bahan baku.
Hasan, salah satu pengusaha ikan asin di Kalimati, mengaku kemudahan mendapatkan bahan baku terakhir ia rasakan sekitar bulan puasa lalu. Pasca itu, pasokan ikan dari nelayan lokal menurun drastis.
“Sekarang susah dapat ikan. Saya terpaksa ambil dari pabrik atau kiriman luar Muncar. Tapi karena pasokan juga minim, harganya naik. Kalau biasanya dari nelayan lokal harganya Rp 6 ribu per kilogram, dari luar bisa Rp 10 ribu,” ujar Hasan.
Meski begitu, Hasan bersyukur masih bisa berproduksi meskipun dalam skala terbatas. Jika saat kondisi normal ia dibantu delapan karyawan untuk mengolah 7–8 kuintal ikan per hari, saat ini ia hanya mampu memproduksi sekitar 3 kuintal.
“Saat ini sempenit dan layang yang paling laris. Kadang juga produksi cumi asin kalau ada stok. Tapi sekarang semua serba sulit,” ungkap Hasan.
Ikan asin hasil produksi Hasan tak hanya dijual di pasar lokal, tapi juga dikirim ke luar daerah seperti Bali, Madura, hingga Jakarta. Harga jual pun bervariasi tergantung jenis dan ketersediaan. Saat ini, ikan asin sempenit dijual antara Rp 18 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram, ikan layang sekitar Rp 20 ribu, dan cumi asin mencapai Rp 95 ribu per kilogram.
“Harga sangat bergantung stok. Kalau pasokan sedikit, otomatis harga ikut naik,” kata Hasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....